Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Balik Koreksi Tajam Harga Bitcoin (BTC): Bukan Hal Baru

Di Balik Koreksi Tajam Harga Bitcoin (BTC): Bukan Hal Baru Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini mengalami penurunan yang tajam. Namun analis menyebut penurunan kali ini hanyalah bagian siklus bitcoin dan bukanlah hasil goncangan sistemik dalam industri krito.

Veteran Hedge Fund, Gary Bode mengatakan koreksi harga bitcoin yang tajam memang terasa mengejutkan, tetapi bukan hal baru dalam sejarah dari BTC. Menurutnya, penurunan lebih besar pernah terjadi berulang kali dan investor yang mampu bertahan justru menikmati imbal hasil jangka panjang yang signifikan.

Baca Juga: Deutsche Bank: Harga Anjlok, Bitcoin (BTC) Mulai Tak Dipercaya Investor

Gejolak terbaru menurutnya dipicu oleh reaksi pasar terhadap pencalonan dari Kevin Warsh di Federal Reserve. Investor menafsirkan langkah tersebut sebagai sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat, sehingga aset tanpa imbal hasil seperti bitcoin, emas dan perak menjadi kurang menarik.

Namun Bode menilai persepsi pasar tersebut keliru. Ia mengacu pada pernyataan baru-baru ini yang menegaskan arah kebijakan dari Warsh. Ia justru mendukung suku bunga lebih rendah dan lebih longgar.

Menurut Bode, Amerika Serikat (AS) tengah mengalami defisit fiskal yang besar, yang membatasi kemampuan bank sentral untuk mengendalikan imbal hasil obligasi jangka panjang. Ia menegaskan bahwa sentimen menjadi pendorong utama aksi jual bitcoin belakangan ini.

Bode juga menepis anggapan bahwa pelepasan aset oleh pemegang besar atau “whales” menjadi sinyal pelemahan jangka panjang. Ia menyebut aktivitas tersebut lebih mencerminkan aksi ambil untung, bukan perubahan pandangan terhadap prospek bitcoin.

Adapun Bode menyatakan volatilitas tidak otomatis meniadakan fungsi bitcoin sebagai aset penyimpanan nilai. Ia menilai hampir semua aset, termasuk mata uang fiat, memiliki risiko tersendiri. Menurutnya, keunggulan bitcoin terletak pada sifatnya yang terbatas, tanpa perantara dan tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak tertentu.

Baca Juga: Bitcoin (BTC) Anjlok, Prediksi Michael Burry Akan Jadi Kenyataan?!

Bode memandang penurunan harga terbaru sebagai konsekuensi alami dari desain yang dimiliki oleh bitcoin. Volatilitas tetap menjadi bagian dari dinamika pasar dan pergerakan harga yang ekstrem tidak selalu mencerminkan risiko sistemik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: