Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PSN Merauke jadi Harapan Ekonomi Baru bagi Warga Kampung Wanam

PSN Merauke jadi Harapan Ekonomi Baru bagi Warga Kampung Wanam Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, keterbatasan akses dan fasilitas masih menjadi bagian dari keseharian warga.

Kampung yang relatif terisolasi itu kini mulai merasakan dampak kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Salah satu warga yang menggantungkan penghidupan dari proyek tersebut adalah Paul Tinus (29). Pemuda asal Wanam itu tinggal di sebuah rumah papan sederhana yang berdiri di atas tanah dengan tiang-tiang pendek, tak jauh dari jalur kecil penghubung antarrumah di kampungnya.

Baca Juga: Pembangunan Infrastuktur Food Estate PSN Wanam Dikebut

“Iya (tinggal di rumah ini),” kata Paul saat ditemui di Kampung Wanam.

Paul tinggal bersama istri dan dua anaknya yang masih berusia kecil. Kondisi rumahnya sederhana, dengan dinding papan kayu yang mulai lapuk dimakan usia. Meski demikian, rumah itu menjadi tempat pulang Paul setelah bekerja di proyek PSN Merauke.

“Di rumah ini ada dua orang (anggota keluarga),” ujarnya.

Selama dua tahun terakhir, Paul bekerja di PSN Merauke yang berlokasi tak jauh dari wilayah kampungnya. Ia menyebut, sejumlah warga Kampung Wanam lainnya juga terlibat sebagai pekerja di proyek tersebut.

“Di proyek PSN, sudah dua tahun,” kata Paul.

Sebelum bergabung, Paul sempat bekerja sebagai pelaut. Ia mengaku, sistem penggajian di proyek PSN menggunakan skema bulanan, berbeda dengan pekerjaannya terdahulu.

“Iya, gaji bulanan,” ujarnya.

Keberadaan proyek yang dekat dengan kampung memberi keuntungan tersendiri bagi Paul. Ia tidak perlu meninggalkan keluarga dalam waktu lama seperti saat bekerja di laut. Menurutnya, penghasilan dari PSN turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk anak-anaknya.

“Iya. Ekonomi keluarga saya (terbantu), datang ngantar makan habis itu balik lagi ke proyek,” tuturnya.

Kepala Kampung Wanam, Kosmas Serilius, mengatakan keterlibatan warga lokal dalam PSN sudah mulai terlihat. Dari total 743 jiwa penduduk Kampung Wanam, sebagian telah bekerja di proyek tersebut dan peluang itu masih terbuka ke depan, khususnya bagi kalangan pemuda.

“Kami di sini 743 (jiwa), iya ada (warga yang bekerja di PSN). Mungkin ke depan kita pemuda juga banyak yang masuk kerja di sana,” ujar Kosmas saat ditemui, Minggu (1/2/2026).

Sementara itu, perwakilan Tim Proyek Wanam, Gawang Kurniawan, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat lokal menjadi perhatian dalam pelaksanaan PSN Merauke. Menurutnya, pihak proyek berupaya membangun sinergi dengan warga setempat, termasuk marga-marga yang ada di Kampung Wanam.

“Untuk pekerja lokal kami pasti ada, karena kita tahu harus bersinergi dengan masyarakat yang ada. Kita harus memakai atau melibatkan dari masyarakat-masyarakat tersebut, dari marga-marga yang ada. Nanti mungkin kita bisa diskusi juga dengan masyarakat yang ada di sini,” ujar Gawang saat ditemui di kawasan PSN Merauke, Sabtu (31/1/2026).

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Pengembangan kawasan pangan berskala besar di wilayah terpencil seperti Wanam tidak hanya mengandalkan kesiapan sosial dan tenaga kerja lokal. Proyek ini juga menuntut percepatan penyediaan infrastruktur dasar serta pengoperasian alat berat dalam jumlah besar untuk membuka dan mengelola lahan.

Pelaksanaan proyek tersebut dilakukan melalui skema penugasan negara dengan melibatkan mitra swasta. Pemerintah menggandeng sejumlah pihak guna memastikan target pengembangan kawasan pangan nasional dapat berjalan sesuai rencana.

Salah satu mitra yang terlibat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam adalah Jhonlin Group, perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Haji Isam menyatakan keterlibatannya dalam proyek tersebut dilandasi oleh dukungan terhadap agenda nasional pengembangan kawasan pangan. Ia menegaskan fokus utama partisipasinya adalah memastikan target pembukaan lahan seluas 1 juta hektare dapat terealisasi.

“Bagaimanapun caranya, agar satu juta hektare bisa terealisasi, dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi,” ujar Haji Isam, Kamis (1/8/2024).

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatannya dalam PSN Wanam merupakan bagian dari penugasan negara. Pernyataan itu disampaikan saat ia memantau langsung kedatangan alat berat berupa ekskavator di wilayah Wanam pada Juli 2024.

“Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya,” kata Haji Isam.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: