Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Minyak Akan Bergejolak, Pasar Cemas Soal Negosiasi Iran-AS

Harga Minyak Akan Bergejolak, Pasar Cemas Soal Negosiasi Iran-AS Kredit Foto: Pixabay/jdblack
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan di Jumat (6/2). Kenaikan didorong kekhawatiran investor terkait pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, Brent ditutup naik 0,74% ke US$68,0. Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,41% ke US$63,55.

Baca Juga: Survei Indikator: Mayoritas Publik Yakin Riza Chalid Terlibat Korupsi Minyak Pertamina

Amerika Serikat dan Iran menggelar perundingan melalui mediasi dari Oman. Hal itu guna menjembatani perbedaan tajam terkait program nuklir dari Teheran. Namun, pasar menilai pembicaraan tersebut belum menghasilkan kepastian yang mampu meredakan ketegangan geopolitik.

Mitra Again Capital, John Kilduff menyebut situasi diskusi terkait masih menjadi sumber kegelisahan pasar. Menurutnya, sentimen investor kerap berubah cepat seiring perkembangan negosiasi yang tidak konsisten.

Pemerintah Iran menyatakan para perunding akan kembali ke negara masing-masing untuk melakukan konsultasi, sementara dialog lanjutan tetap direncanakan. Meski demikian, perbedaan pandangan mengenai agenda pembahasan membuat pasar tetap waspada.

Iran mendorong fokus perundingan terbatas pada isu nuklir. Sementara Amerika Serikat ingin memasukkan pembahasan mengenai rudal balistik dan dukungan dari negara tersebut terhadap kelompok bersenjata di Timur Tengah . Ketidaksepahaman tersebut meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi.

Ketegangan antara kedua negara dinilai berisiko mengganggu pasokan energi global, mengingat sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz, Iran.

Baca Juga: Sidang Korupsi Minyak, Kerry Adrianto Klaim Penyewaan Kapal dan Terminal Sesuai Kebutuhan Operasional

Analis juga menilai jika prospek konflik dalam kawasan mereda, harga minyak berpotensi kembali tertekan. Namun selama ketidakpastian geopolitik masih membayangi, volatilitas harga minyak diperkirakan tetap tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: