
PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$348 juta sepanjang 2024. Angka ini mengalami peningkatan 16% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 300 juta.
General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan tersebut tidak lepas dari keberhasilan Prabumulih Field dalam meningkatkan produksi minyak.
Sepanjang 2024, produksi minyak di Prabumulih Field mengalami kenaikan signifikan, dari 8.000 bopd di awal tahun menjadi 11.200 bopd di akhir tahun.
Baca Juga: Amankan Cadangan Migas, Pertamina EP Mulai Pengeboran Sumur di Morowali
"Pencapaian ini juga disebabkan oleh optimasi biaya operasional sepanjang 2024. Prabumulih Field telah melakukan optimasi anggaran operasi sebesar 15% sehingga production cost hanya US$9/boe. Kami berharap revenue di 2025 akan terus tumbuh," ujar Djudju dalam keterangan resmi, Kamis (20/02/2025).
Selain produksi minyak, peningkatan produksi gas juga memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan.
Senior Manager Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, mengungkapkan bahwa produksi gas PEP Prabumulih di awal 2024 berada di angka 100 MMScfd dan eningkat menjadi 118 MMScfd pada akhir tahun.
Baca Juga: Pasokan Tersendat Geopolitik, Harga Minyak Global Kembali Naik
“Produksi minyak terbesar di 2024 berasal dari mampunya mempertahankan decline baseline sebesar 15% dan keberhasilan bor di Gunung Kemala (GNK) dan Lembak (LBK), sementara produksi gas terbesar berasal dari pengembangan area Prabumenang (PMN),” tambahnya.
Untuk diketahui, PEP Prabumulih beroperasi di bawah naungan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatra Zona 4, yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina. Operasionalnya diawasi langsung oleh SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement