Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hang Seng Menggila, Bursa Asia Ditopang Euforia Investor China

Hang Seng Menggila, Bursa Asia Ditopang Euforia Investor China Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia mencatatkan pergerakan yang beragam dalam perdagangan terakhir untuk pekan lalu di Jumat (21/2). Pasar nampaknya optimistis dengan arah kebijakan moneter terbaru hingga prospek negosiasi kebijakan tarif yang kabarnya akan dilakukan oleh China dan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari CNBC International, Senin (24/2), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dalam Bursa Asia. Beberapa indeks berhasil mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan:

  • Hang Seng (Hong Kong): Melonjak 3,99% ke 23.477,92.
  • CSI 300 (China): Naik 1,26% ke 3.978,44.
  • Shanghai Composite (China): Menguat 0,85% ke 3.379,11.
  • Nikkei 225 (Jepang): Naik tipis 0,26% ke 38.776,94.
  • Topix (Jepang): Stagnan dalam kisaran 2.736,53.
  • Kospi (Korea Selatan):Stagnan dalam kisaran 2.654,58.
  • Kosdaq (Korea Selatan): Naik 0,83% ke 774,65.
  • Straits Times (Singapura): Menguat 0,75% ke 3.877,53.

Dari Jepang, pasar menyoroti data perekonomian terbaru, yakni inflasi yang naik di Januari 2025. Data terkait tercatat naik hingga 4%. Adapun inflasi inti, yang tidak memasukkan harga makanan segar, mencapai 3,2%. Capaian tersebut melebihi perkiraan pasar yang sebesar 3,1%.

Dari China, laporan kinerja sejumlah perusahaan teknologi menjadi sorotan, salah satunya adalah Alibaba. Laporan kinerja yang cemerlang dari perusahaan tersebut sukses membuat pasar optimistis di China.

Adapun Bank Sentral China (PBOC) baru-baru ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya selama empat bulan berturut-turut hingga Februari 2025.

Suku bunga pinjaman satu tahun tetap berada dalam level 3,1%. Sementara suku bunga pinjaman lima tahun bertahan dalam level 3,6%. Bank sentral mengambil keputusan ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tengah ditekan oleh kebijakan tarif impor dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Baca Juga: Pakai ChatGPT untuk Jelek-jelekkan AS, OpenAI Blokir Akun dari China dan Korea Utara

Soal kebijakan tarif, pasar juga optimistis menyusul adanya prospek negosiasi hingga kesepakatan baru yang dilakukan oleh China dan AS. Meski tidak spesifik, kabar tersebut disambut baik karena bsia menurunkan ketegangan perang dagang antara kedu negara. Pernyataan Trump juga menunjukkan optimisme terhadap hubungan dagang kedua negara ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: