
Komisi Eropa mengumumkan bahwa pihaknya akan menyusun rencana untuk meningkatkan daya saing sektor baja dari Eropa. Hal ini menyusul sejumlah tantangan yang dihadapi industri terkait, termasul kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat (AS).
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan bahwa industri baja memiliki peran penting tak yhanya sebagai penggerak ekonomi namun juga sebagai instrument melawan perubahan iklim.
Baca Juga: Pasar Perikanan Uni Eropa Menggiurkan, Ini Strategi KKP Genjot Ekspor
"Industri baja adalah sektor kunci dalam pasar tunggal Eropa. Pada saat yang sama, industri ini memiliki peran penting dalam perjuangan kita melawan perubahan iklim," kata von der Leyen, dilansir dari Reuters, Rabu (26/2).
Ursula von der Leyen juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga serta membangun iklim bisnis yang positif untuk industri baja dari Eropa.
"Kami ingin memastikan bahwa industri baja wilayah kami tetap kompetitif dan berkelanjutan untuk jangka panjang," jelasnya.
Adapun penyusunan rencana untuk mendongkrak industri terkait akan dilakukan melalui dialog strategis dengan perwakilan utama industri baja di 4 Maret 2025.
Dalam pertemuan tersebut, para produsen baja, pemasok bahan baku sampai dengan pemangku kepentingan lainnya akan membahas strategi untuk meningkatkan daya saing, mendorong dekarbonisasi dan elektrifikasi, serta memastikan hubungan dagang yang adil.
Baca Juga: GRP akan Produksi 2,5 Juta Ton Baja Rendah Karbon, Siap Ekspor ke Eropa!
Sebelumnya, Presiden AS,Donald Trump mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif 25 persen pada seluruh impor baja dan aluminium ke AS. Kebijakan ini akan menambah beban tarif yang sudah diberlakukan sebelumnya terhadap produk logam.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement