Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ogah Mengekor, Ternyata Begini Strategi Uni Eropa Demi Saingi China dan AS

Ogah Mengekor, Ternyata Begini Strategi Uni Eropa Demi Saingi China dan AS Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Uni Eropa mulai memaparkan strategi baru untuk meningkatkan daya saing globalnya menyusul ketertinggalannya dari Amerika Serikat dan China. Fokus utama kebijakan tersebut adalah penyederhanaan regulasi dan penguatan pasar keuangan terpadu di Eropa.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menilai pertumbuhan blok euro selama ini tertahan oleh lemahnya produktivitas dan inovasi dibandingkan dengan Amerika Serikat dan China.

Baca Juga: Ekonomi Bisa Kena, Inilah Dampak Sanksi Uni Eropa Terhadap Pelabuhan Karimun Indonesia

“Contoh Amerika Serikat, mereka memiliki satu sistem keuangan dan satu pusat keuangan utama,” kata von der Leyen, dikutip dari Reuters.

“Di Eropa, kita memiliki dua puluh tujuh sistem keuangan berbeda dengan pengawas masing-masing, serta lebih dari tiga ratus tempat perdagangan. Ini adalah fragmentasi yang berlebihan. Kita membutuhkan satu pasar modal yang besar, dalam dan likuid," tegasnya.

Uni Eropa juga tengah menyusun regulasi baru yang menetapkan persyaratan dibuat secara lokal bagi barang-barang yang dibeli melalui kontrak pengadaan publik. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri domestik Eropa.

Brussels juga bersiap melakukan perombakan besar terhadap kebijakan iklim utamanya, yakni pasar karbon dari Uni Eropa. Kebijakan tersebut menjadi semakin sensitif secara politik di tengah tekanan yang dihadapi industri akibat tingginya harga energi dan masuknya produk impor yang lebih murah.

Baca Juga: Sinyal Perang Dunia, Intelijen Eropa Sebut Xi Akan Andalkan Rusia Saat Pecahnya Konflik China-Taiwan

Adapun Uni Eropa memulai upaya kemandiriannya ini menyusul dampak ketegangan dagang dengan Amerika Serikat. Selain itu, pihaknya juga terkena dampak pembatasan ekspor mineral kritis dari China. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: