- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Pemerintah Fokus pada Mineral Kritis! Transisi Energi Jadi Prioritas Utama

Direktur Organisasi Kemasyarakatan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Abdul Ghofur, menegaskan bahwa isu mineral kritis atau mineral penting akan tetap menjadi perhatian utama dalam pembangunan nasional selama 10 hingga 20 tahun ke depan.
Hal ini sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong transisi energi menuju net zero emission atau target emisi nol bersih.
Menurut Ghofur, transisi energi tidak dapat dipisahkan dari berbagai aspek terkait, seperti energi hijau, hilirisasi mineral, dan target emisi nol bersih.
Baca Juga: Perkuat Posisi dalam Rantai Pasok Mineral Global, RI Jalin Kerja Sama dengan Australia
"Semua ini merupakan satu kesatuan gerbong yang harus dilihat secara komprehensif," ujar Ghofur dalam diskusi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bertajuk “Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Mineral Penting”, Jumat (28/2/2025).
Ia menekankan bahwa kebijakan pemerintah saat ini telah mengakomodasi isu-isu strategis tersebut melalui empat program prioritas, yaitu makan bergizi gratis, swasembada pangan, swasembada energi, dan hilirisasi industri. Program-program ini, kata Ghofur, juga sejalan dengan Astacita Presiden, khususnya pada poin kedua dan kelima, yang bertujuan memperkuat kemandirian nasional dan keberlanjutan ekonomi.
Baca Juga: Hilirisasi Terintegrasi, Masa Depan Industri Mineral Indonesia
Dalam konteks inflasi, Ghofur mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerima banyak masukan dari berbagai lembaga, termasuk Indef, terkait faktor-faktor yang memengaruhi inflasi serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Salah satu mineral kritis yang menjadi perhatian utama saat ini adalah nikel. Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia terus mengembangkan sektor ini guna meningkatkan nilai tambah dan memperkuat hilirisasi industri. Ghofur juga menyoroti bahwa Indonesia kemungkinan memiliki lebih banyak jenis mineral kritis, sebagaimana yang telah diidentifikasi oleh berbagai negara, termasuk Kanada yang mencatat 47 jenis mineral kritis dalam daftar strategisnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement