Sukses Lewat 'Marketing Unik' ala Ci Mehong atau Tjio Nofia Handayani, dari Jual Tanah Kuburan hingga Bisnis Kuliner

Ci Mehong adalah nama yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Namanya kerap menghiasi timeline media sosial dengan ciri khas menjual berbagai macam produk, mulai dari barang hingga makanan. Meskipun harga yang ditawarkan terbilang tinggi, keunikan dan strategi pemasaran yang unik ala Ci Mehong membuat semakin populer dan usahanya pun berkembang pesat.
Di balik popularitasnya saat ini, Ci Mehong, yang memiliki nama asli Tjio Nofia Handayani, menyimpan cerita hidup yang penuh perjuangan. Semasa kecil, ia hidup tidak dalam bergelimang harta. Bahkan, saat masih duduk di bangku sekolah, ibunya disebut pernah meminta keringanan biaya sekolah agar Ci Mehong bisa terus mengenyam pendidikan.
Melihat kondisi tersebut, wanita yang berasal dari Aceh ini memiliki inisiatif untuk berjualan es mambo. Ternyata, hobi memasaknya sudah ia tekuni sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Pada tahun 1990, Ci Mehong memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai karyawan kantoran. Tiga tahun setelah menetap di Jakarta, ia menikah dengan pria pilihannya. Namun, cobaan menimpa keluarganya ketika sang suami mengalami stroke dan koma. Kondisi ini memaksa Ci Mehong untuk berhenti bekerja dan fokus merawat suaminya.
Setelah bertahun-tahun merawat suaminya yang sakit, takdir berkata lain. Suami Ci Mehong akhirnya meninggal dunia dan ia pun harus menjadi tulang punggung keluarga. Dengan tekad yang kuat, ia berhasil menyekolahkan keempat anaknya hingga ke luar negeri.
Baca Juga: Jalan Sukses Sofjan Wanandi Membangun Santini Group, dari Aktivis hingga Punya Gurita Bisnis
Berbekal kegigihannya, Ci Mehong memulai usahanya dengan menjual voucher pulsa dan membuka bisnis fotokopi. Lambat laun, ia mulai merambah bisnis kuliner, seperti berjualan sayuran dan kebutuhan lainnya. Pada masa pandemi, ia membuka usaha kursus memasak dan kue yang diberi nama PIK Baking House. Kini, usahanya tersebut telah memiliki 20 karyawan.
Ci Mehong juga dikenal sebagai sosok yang pandai membaca peluang. Di tengah pandemi, ia mulai menawarkan jasa promosi tanah kuburan di pemakaman elit San Diego Hills. Dengan strategi pemasaran kreatif melalui video TikTok di akun pribadinya, namanya semakin dikenal luas. Produk-produk yang ia tawarkan, meskipun memiliki harga yang relatif tinggi, tetap diminati oleh banyak orang. Hal ini membuat netizen menjulukinya “Ci Mehong”.
Meskipun harga barang atau makanan yang ia jual terbilang mahal, Ci Mehong selalu menjaga kualitas produknya. Ia memastikan bahwa rasa dan kualitasnya dapat diterima dengan baik oleh pelanggan. Hal ini menjadi salah satu kunci kesuksesannya dalam membangun bisnis yang ia jalani.
Di setiap video promosinya, Ci Mehong juga membawakan persona “marah-marah kepada kaum mendang-mending”. Gaya ini menghibur sekaligus menyampaikan pesan bahwa produk yang ia jual tidak memiliki kualitas yang bisa ditawar alias kualitas terbaik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement