Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jalan Sukses Sofjan Wanandi Membangun Santini Group, dari Aktivis hingga Punya Gurita Bisnis

Jalan Sukses Sofjan Wanandi Membangun Santini Group, dari Aktivis hingga Punya Gurita Bisnis Kredit Foto: Apindo Kaltim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sofjan Wanandi, yang terlahir dengan nama Liem Bian Khoen pada 3 Maret 1941 di Sawahlunto, Sumatra Barat, adalah adik dari Jusuf Wanandi yang merupakan seorang politisi senior dan pendiri lembaga pemikir CSIS. 

Dulu, nama Sofjan Wanandi dikenal sebagai aktivis. Kini, namanya dikenal sebagai pendiri Santini Group, salah satu konglomerasi terkemuka di Indonesia.

Sejak SMP di Padang, Sofjan sudah terbiasa membantu usaha keluarga dengan mengelola toko kelontong dan binatu milik ayahnya. Setelah lulus pada 1957, ia melanjutkan pendidikan di SMA Kanisius Jakarta dan kemudian Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (lulus 1965). 

Di kampus, ia aktif berorganisasi dan pernah memimpin Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Tahun 1965 menjadi titik balik dalam hidup Sofjan. Setelah peristiwa G30S, ia terlibat dalam gerakan antikomunis dan mendirikan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Aktivitasnya ini sempat membuatnya ditahan selama lima hari. Setelah bebas, ia bergabung dengan Golkar dan menjadi anggota DPR termuda saat itu.

Langkah bisnis Sofjan Wanandi mulai terlihat pada 1974. Bersama keluarganya, Sofjan mendirikan Pakarti Yoga Group yang nantinya menjadi cikal bakal bisnis keluarga. 

Baca Juga: Cerita Aliuyanto Dirikan Solaria, dari Ruko Kecil di Cikarang hingga Sukses jadi Ratusan Cabang di Seluruh Indonesia

Enam tahun setelah Pakarti Yoga Group berdiri, mereka masuk ke industri komponen otomotif melalui PT Anugerah Daya Laksana. Bisnis semakin berkembang dengan pendirian PT Sapta Panji Manggala (1984) yang mengonsolidasikan berbagai usaha keluarga di bawah satu naungan, yaitu Gemala Group.

Gemala Group terus melebarkan sayap, merambah sektor farmasi dan kimia, serta melakukan ekspansi internasional. Puncaknya, pada 1988, mereka bekerja sama dengan Yuasa Corporation (Jepang) dan mengakuisisi Century Batteries di Australia.

Seiring waktu, generasi kedua keluarga Wanandi mulai mengambil alih bisnis. Pada 1994, Sofjan dan anak-anaknya mendirikan Santini Group sebagai kelanjutan Gemala Group yang lebih modern. Nama "Santini" diambil dari gabungan nama Sofjan dan istrinya, Riantini Sutedja.

Setelah berubah menjadi Santini Group, jaringan bisnis Sofjan semakin melebar. Santini Group menjadi pemain utama di berbagai industri, mulai dari otomotif, properti, distribusi, hingga sumber daya alam. 

Di sektor otomotif saja, grup ini memiliki jaringan distribusi yang luas melalui beberapa anak perusahaan, seperti:

  • PT Santiniluwansa Lestari, distributor utama perangkat otomotif dan kendaraan bermotor.
  • PT Santinilestari Graha Aksimeka, melayani wilayah Jabodetabek.
  • PT Santinilestari Jabar Sentosa, beroperasi di Jawa Barat.
  • PT Santinilestari Graha Sentosa & Graha Surya Sentosa, masing-masing melayani Jawa Tengah-DIY dan Jawa Timur.
  • PT Santinilestari Graha Dewata & Berkat Sentosa, beroperasi di Bali-Lombok dan Sulawesi Selatan.
  • PT Santinilestari Wijaya Sakti & Sriwijaya Mandiri, menjangkau Kalimantan Timur serta Sumatera Selatan-Bangka.
  • PT Santinilestari Kawanua Sejahtera & Gemilang Utama, beroperasi di Sulawesi Utara dan Sumatera Utara.
  • PT Santinilestari Sumbar Sejahtera, melayani Sumatera Barat.

Baca Juga: Melihat Perkembangan Jumlah Indomaret, dari Satu Gerai hingga Sukses Jadi 22 Ribu Gerai

Selain itu, berbagai anak usaha dan sektor bisnis Santini Group adalah sebagai berikut.

  • PT Minerva Motor Indonesia, produsen dan distributor sepeda motor merek Minerva Sachs di Indonesia.​
  • PT Santinilestari Jentera Indojaya, distributor ban dan baterai sepeda motor di Indonesia.
  • PT Trimitra Baterai Prakasa, produsen baterai otomotif dengan merek G-Force, Yuasa, dan Massiv.​
  • PT Gemala Kempa Daya, produsen rangka sasis dan komponen pres untuk industri otomotif.​
  • PT Inti Ganda Perdana, produsen axle belakang dan propeller shaft untuk kendaraan.​
  • PT Asano Gear Indonesia, produsen mesin dan suku cadang kendaraan, termasuk companion flange.​
  • PT Wahana Eka Paramitra, produsen investasi di bidang perangkat otomotif.​
  • PT Akashi Wahana Indonesia, produsen transmisi perakitan dan komponen mesin.
  • PT Sumiden Sintered Components Indonesia, produsen dan penjual produk sintered powder metal.​
  • PT Sumber Rubberindo Jaya, produsen ban sepeda motor dan pengolahan karet.​
  • PT Santiniluwansa Properti Indonesia, pengembang properti hotel di Indonesia.​
  • PT Dharma Karya Perdana, perusahaan yang bergerak di industri terminal tangki.​
  • PT Pawatanesia Persada, pemilik dan pengelola gedung perkantoran di Jakarta.​
  • PT Purimas Straits Resort, pengembang dan pengelola resort serta properti hotel di Bali.​
  • PT Pulomas Gemala Misori, pengembang apartemen di Jakarta.​
  • PT Windas Development, pengembang gedung perkantoran di Jakarta.​
  • PT Santini Kelola Persada, perusahaan manajemen hotel.​
  • The Jakarta Post, surat kabar nasional berbahasa Inggris yang menyediakan berita dan informasi terkini.
  • PT Nomura Indonesia, perusahaan yang menyediakan layanan konsultasi keuangan.​
  • PT Santini Mitra Amanah, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan anggrek di Jawa Barat.​
  • PT Santinilestari Energi Indonesia, perusahaan yang fokus pada energi terbarukan di Surabaya, Jawa Timur.​
  • PT Santini Logmax Indonesia, perusahaan yang memproduksi air minum dengan teknologi nano mineral.

Tak hanya sukses di dunia usaha, Sofjan juga aktif dalam organisasi nasional. Ia pernah menjadi Ketua Dewan Penasihat APINDO dan Penasihat Wakil Presiden RI (2014–2019).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: