Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tingkatkan Daya Saing Industri Batik, Kemenperin Kembangkan Inovasi Ini

Tingkatkan Daya Saing Industri Batik, Kemenperin Kembangkan Inovasi Ini Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam meningkatkan daya saing industri batik nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengembangkan inovasi pemanfaatan canting cap kertas sebagai alternatif dari canting cap tembaga.

Sejumlah keunggulan dari teknologi tersebut adalah lebih efisien, ramah lingkunga, lebih ekonomis, mudah dibuat, serta memberikan ruang kreativitas yang lebih luas bagi perajin dalam mengembangkan motif-motif baru.

Baca Juga: Ini Mesin Ekonomi Baru yang Akan Diakselerasi Tahun 2026

Oleh karena itu, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan pelatihan pembuatan canting cap kertas secara gratis di Yogyakarta. 

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dan dilaksanakan dalam dua gelombang pada 1–5 Desember 2025 dan 8–12 Desember 2025. Program pelatihan mencakup pengenalan teknologi canting cap kertas, perancangan motif, proses pembuatan, hingga praktik pembuatannya pada media kain batik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan ekosistem industri batik nasional membutuhkan dukungan inovasi teknologi yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan. 

Menurutnya, adaptasi teknologi bukan hanya terkait modernisasi proses produksi, tetapi juga harus mampu memperluas kreativitas, menekan biaya, dan mendorong keberlanjutan usaha perajin.

“Indonesia memiliki warisan batik yang luar biasa. Oleh karena itu, industri batik harus bisa berdaya saing hingga kancah global, antara lain melalui inovasi yang dapat diakses oleh seluruh pelaku industri, termasuk IKM dan perajin,” ujar Menperin, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Senin (8/12).

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyatakan, inovasi canting cap kertas menjadi terobosan penting dalam mendorong penguatan ekosistem industri batik yang berkelanjutan. 

“Inovasi tersebut tidak hanya berperan dalam penghematan biaya produksi, tetapi juga memberikan keleluasaan bagi perajin untuk menciptakan desain secara mandiri,” ungkapnya.

Menurut Kepala BSKJI, canting cap kertas dapat menurunkan biaya produksi hingga 80 persen dan mampu menghasilkan lebih dari 500 lembar kain batik. Meskipun masa pakainya lebih singkat dibanding canting cap tembaga, proses pembuatannya jauh lebih mudah, memungkinkan perajin mengembangkan motif sesuai kreativitas masing-masing.

Plt. Kepala BBSPJIKB, Cahyadi menyampaikan, penyelenggaraan pelatihan ini merupakan bukti sinergi lintas kementerian dalam memperkuat kapasitas SDM sekaligus meningkatkan daya saing industri batik nasional. 

“Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat pendaftar yang datang tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta sejumlah provinsi di Sumatra dan Kalimantan,” sebutnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: