Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masuknya berbagai merek kendaraan listrik asal China berpotensi semakin mendongkrak pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) oleh industri multifinance pada 2026, meskipun pasar otomotif nasional masih berada dalam tekanan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan prospek pembiayaan kendaraan listrik tetap positif seiring tren elektrifikasi kendaraan dan bertambahnya pilihan merek di pasar domestik.
“Prospek pembiayaan mobil listrik pada 2026 diperkirakan tetap positif seiring tren elektrifikasi kendaraan, dukungan kebijakan terkait lingkungan, serta bertambahnya pilihan merek kendaraan listrik di pasar,” ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: Pembiayaan untuk Mobil Listrik Capai Rp17,64 Triliun Tumbuh 2,7%
Menurut Agusman, kehadiran merek kendaraan listrik, termasuk dari China, memperluas basis konsumen karena menawarkan variasi model dan harga yang lebih terjangkau. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan akses masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus mendorong permintaan pembiayaan dari industri multifinance.
Masuknya kendaraan listrik dengan rentang harga yang lebih beragam membuat segmen EV menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru, di tengah melambatnya pembiayaan kendaraan bermotor secara keseluruhan. OJK mencatat, pembiayaan kendaraan baru oleh industri multifinance per Oktober 2025 terkontraksi 3,64% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp230,36 triliun.
Kontraksi tersebut sejalan dengan perlambatan pasar otomotif nasional serta revisi target penjualan kendaraan. Kondisi ini mendorong perusahaan multifinance untuk menyesuaikan strategi bisnis dan mencari segmen pembiayaan yang memiliki prospek pertumbuhan lebih baik.
“Proyeksi pembiayaan kendaraan pada tahun depan diperkirakan mengikuti dinamika pasar otomotif, dengan peluang pertumbuhan terutama dari segmen kendaraan listrik dan inovasi produk pembiayaan,” kata Agusman.
Baca Juga: Fasilitas Pengisian Daya Mobil Listrik Milik Pribadi Sudah Tembus 14,11 Juta
OJK menilai pembiayaan kendaraan listrik dapat menjadi penopang kinerja industri multifinance di tengah tekanan pada kendaraan konvensional. Namun, regulator juga menekankan pentingnya kesiapan perusahaan pembiayaan dalam mengelola pertumbuhan tersebut.
Agusman menegaskan, multifinance perlu memperkuat manajemen risiko, memahami karakteristik kendaraan listrik, serta menyesuaikan skema pembiayaan agar tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian.
Dengan strategi yang tepat, OJK menilai segmen kendaraan listrik berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan otomotif dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya adopsi EV di dalam negeri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement