- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Menuju Satu Dekade, SUN Energy Hadirkan SUN Hub sebagai Platform Terintegrasi Pengelolaan Proyek Energi
Kredit Foto: Sun Energy
Menyongsong penutupan tahun 2025 dan melangkah ke perjalanan satu dekade perusahaan pada tahun berikutnya, SUN Energy menghadirkan SUN Hub, sebuah platform digital terpadu berbasis web yang berperan sebagai portal pengelolaan proyek energi surya bagi para mitra bisnis.
Pengembangan SUN Hub bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang kian kompleks, tidak sekedar dalam memonitor kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), namun juga dalam mengelola data proyek, mengoptimalkan pemakaian energi, serta memperkuat kapabilitas internal lewat pembelajaran berkelanjutan.
Dalam situasi tuntutan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas keberlanjutan yang semakin tinggi, masih banyak perusahaan yang mengalami kesulitan dalam pengelolaan energi yang terpecah-pecah. Berbagai riset global mengungkapkan bahwa meskipun lebih dari 90 persen perusahaan telah menjalankan inisiatif transformasi digital, hingga 95 persen diantaranya belum mencapai hasil yang maksimal karena kurangnya integrasi dan kejelasan data.
Tantangan serupa juga sering dijumpai dalam pengelolaan sistem energi surya di fasilitas-fasilitas industri yang tersebar di berbagai lokasi.
Peluncuran awal SUN Hub dilakukan untuk menjawab tantangan transformasi digital yang masih dihadapi banyak perusahaan tersebut, khususnya dalam pengelolaan PLTS di sektor industri yang menuntut keandalan operasional, akurasi, serta pengambilan keputusan berbasis data real-time.
SUN Hub hadir sebagai satu platform dengan berbagai fungsi strategis.
Baca Juga: Dirut PLN: Kerusakan Listrik Bencana Aceh Kali Ini 50 Kali Lipat Lebih Masif dari Tsunami 2004!
CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar, menyampaikan bahwa SUN Hub dikembangkan dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata pelanggan.
“Kami memahami bahwa mengelola sistem PLTS di fasilitas industri bukanlah hal yang sederhana. Banyak data teknis, proses operasional, dan keputusan strategis yang harus dikelola setiap hari. Dengan SUN Hub, kami ingin membuat proses tersebut lebih ringkas dan terintegrasi, agar pelanggan dapat mengambil keputusan dengan cepat dan akurat, berbasis data real-time yang mudah diakses perusahaan. SUN Hub kami hadirkan sebagai satu platform yang menjawab kebutuhan tersebut secara menyeluruh,” ujarnya.
Sebagai data management system, SUN Hub menyatukan data teknis, operasional, finansial, dan pelaporan keberlanjutan dalam satu portal terpusat, menjadikannya single source of truth bagi mitra bisnis dalam mengelola proyek energi surya.
Sebagai energy management system, platform ini memungkinkan pelanggan memantau performa PLTS secara real-time, termasuk produksi dan konsumsi energi, tingkat efisiensi sistem, serta estimasi penurunan emisi karbon. Data ini membantu pelanggan mengidentifikasi peluang peningkatan kinerja, efisiensi operasional, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, sebagai learning management system, SUN Hub menyediakan konten edukasi energi bersih yang terstruktur, mulai dari modul pelatihan dan referensi teknis, hingga wawasan terkini terkait energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan. Fitur ini dirancang untuk mendukung peningkatan literasi dan kapasitas internal pelanggan dalam mengelola transisi energi secara berkelanjutan.
Chief Sales Officer SUN Energy, Oky Gunawan, menambahkan bahwa pengembangan SUN Hub juga menjadi bagian dari upaya SUN Energy meningkatkan standar pengelolaan proyek energi di sektor industri.
“Seiring bertambahnya skala dan kompleksitas proyek energi surya industri, pelanggan membutuhkan sistem yang mampu mengelola data proyek secara rapi, konsisten, dan mudah ditelusuri. SUN Hub kami rancang sebagai fondasi pengelolaan proyek energi yang lebih tertib, terukur, dan siap berkembang, seiring kebutuhan bisnis pelanggan yang terus berubah,” jelasnya.
Pengembangan SUN Hub merupakan bagian dari komitmen SUN Energy dalam meningkatkan pengalaman pelanggan end-to-end, sejak tahap implementasi proyek hingga pengelolaan jangka panjang. Platform ini dirancang fleksibel dan scalable, sehingga dapat digunakan baik oleh perusahaan dengan satu fasilitas maupun mitra bisnis yang mengelola portofolio proyek energi di berbagai lokasi.
Anggita Pradipta, Head of Marketing SUN Group, menyampaikan bahwa pengembangan SUN Hub dilakukan dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata pelanggan.
“SUN Hub kami kembangkan agar manfaat transformasi digital benar-benar dirasakan pelanggan. Sepanjang 2025, kami telah melakukan roadshow dan sosialisasi langsung ke mitra bisnis untuk memperkenalkan platform ini, sekaligus mendampingi pelanggan memahami kinerja energi dan dampak keberlanjutan yang dihasilkan sebelum implementasinya diperluas secara bertahap ke seluruh proyek SUN Energy di Indonesia,” ujarnya.
Lebih dari sekadar alat digital, SUN Hub berperan sebagai enabler agenda keberlanjutan mitra bisnis. Dengan penyajian data konsumsi energi, kinerja sistem, dan dampak lingkungan yang terstruktur dan transparan, platform ini memenuhi kebutuhan pelaporan ESG, serta meningkatkan kesiapan menghadapi standar dan regulasi keberlanjutan yang terus berkembang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Advertisement