Kredit Foto: Istimewa
Program intensifikasi melalui revitalisasi tambak garam dan pemberian bantuan sarpras telah dilaksanakan di sejumlah daerah sentra garam rakyat (Cirebon, Indramayu, Pati dan Sabu Raijua) dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 30% dan kualitas garam menjadi K1. Kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi telah menyerap 1.180 tenaga kerja pada fase konstruksi.
Tahun 2025, KKP menorehkan capaian kinerja utama melalui penguatan jasa bahari yang berdampak langsung pada ekonomi biru, ditandai dengan implementasi rig to reef, pengembangan sistem pemantauan reklamasi berbasis digital, perluasan perdagangan karbon biru, serta peningkatan tata kelola wisata dan perizinan jasa bahari yang menghasilkan PNBP Rp38,43 miliar dan nilai investasi Rp1,49 triliun, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pembinaan 36 kampung Lautra di sekitar kawasan konservasi.
Koswara menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi KKP dalam menyeimbangkan perlindungan ekosistem laut dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. “Ekonomi Biru kami dorong sebagai strategi pembangunan yang melindungi laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Seluruh capaian ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, yang menempatkan Ekonomi Biru sebagai arah utama pembangunan kelautan dan perikanan nasional untuk memastikan laut Indonesia tetap lestari, produktif, dan berkeadilan bagi generasi kini dan mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement