Kredit Foto: . REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Tahun lalu menjadi periode konsolidasi bagi jaringan blockchain ethereum, yang memfokuskan pengembangan pada fondasi teknologi untuk interoperabilitas dan perluasan penggunaan dalam sektor keuangan dunia nyata di 2026.
Dilansir Senin (5/1), Co-founder Ether.fi, Mike Silagadze menyebut bahwa konsolidasi ethereum tercermin dari meningkatnya adopsi institusional, kemajuan bertahap dalam skalabilitas jaringan serta pergeseran fokus para pengembang menuju interoperabilitas sebagai tantangan utama.
Baca Juga: Binance Buka Akses Penulisan Opsi Ether untuk Investor Ritel
Perkembangan tersebut dinilai penting karena adopsi institusional yang lebih dalam, interoperabilitas yang lebih baik, serta bertambahnya use case keuangan dunia nyata berpotensi memengaruhi permintaan jangka panjang, peluang imbal hasil, dan ketahanan nilai aset yang dibangun di atas jaringan ethereum.
Silagadze menyoroti fokus ethereum dalam meningkatkan skalabilitas layer satu, dengan biaya transaksi yang sudah sangat murah dan diperkirakan akan terus menurun. Selain itu, kemajuan dalam interoperabilitas layer dua, khususnya kemudahan memindahkan aset antar jaringan layer dua dan Ethereum, dinilai sebagai arah pengembangan yang tepat.
Dorongan menuju interoperabilitas ini juga mendapat respons positif dari para pengembang dari seluruh ekosistem ehereum, yang melihatnya sebagai fondasi penting untuk adopsi yang lebih luas.
Silagadze berharap fase berikutnya dari ethereum tidak lagi didominasi oleh siklus spekulatif, melainkan oleh kombinasi peningkatan infrastruktur dan pemanfaatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia meyakini bahwa adopsi massal akan datang dari produk keuangan yang terasa familiar bagi pengguna umum, namun sepenuhnya dibangun di atas infrastruktur kripto.
Menurutnya, platform bergaya neobank kripto berpotensi menjadi jembatan antara infrastruktur on-chain ethereum dan gelombang pengguna berikutnya. Platform semacam ini menggabungkan self-custody, imbal hasil dan komposabilitas dalam satu pengalaman pengguna.
Silagadze menekankan pentingnya pergeseran dari aktivitas berbasis spekulasi menuju aplikasi yang menyelesaikan masalah keuangan nyata dalam skala besar, seperti akses terhadap saham tokenisasi dan layanan perbankan global berbasis kripto.
Baca Juga: JPMorgan Luncurkan Reksa Dana Pasar Uang Tertokenisasi di Ethereum
Dalam pandangannya, pengembangan use case non-spekulatif inilah yang akan mendorong pertumbuhan pengguna yang berkelanjutan dan memperkuat posisi Ethereum sebagai infrastruktur keuangan digital jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement