Kredit Foto: Antara/Yusuf Nugroho
“Misalnya melalui tayangan video, audio, ataupun gim edukatif lainnya, yang dapat disentuh secara langsung oleh siswa sehingga tercipta keaktifan dalam pembelajaran,” jelas Anik.
Menurutnya, pemanfaatan IFP juga memberikan dampak positif bagi kompetensi guru. Guru dapat mengembangkan ide-ide pembelajaran yang sebelumnya sulit diterapkan serta terdorong untuk terus mengikuti perkembangan teknologi pendidikan. Dari sisi siswa, penggunaan IFP membuat mereka lebih aktif, kreatif, dan bersemangat mengikuti pembelajaran.
“Pada pembelajaran sebelumnya melalui proyektor, mereka belajar melalui membaca, mendengarkan, ataupun melihat. Sedangkan fitur IFP ini dapat dikendalikan dan disentuh layarnya, sehingga anak-anak bisa memiliki keterlibatan secara langsung dalam materi yang diberikan,” terangnya.
Melalui program digitalisasi pembelajaran dan penyediaan IFP di sekolah-sekolah, Kemendikdasmen berupaya untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan teknologi yang didukung oleh kompetensi guru diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement