CEO Ether.fi: Adopsi Ethereum Bakal Didorong Neobank Kripto, Bukan Spekulasi
Kredit Foto: . REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Chief Executive Officer (CEO) Ether.fi, Mike Silagadze menilai adopsi ethereum pada tahun ini akan semakin bergeser dari aktivitas spekulatif menuju produk keuangan yang lebih familiar bagi pengguna sehari-hari, seiring matangnya ekosistem institusional jaringan tersebut.
Silagadze mengatakan sejumlah digital asset treasuries telah mulai mengalokasikan dana kepada perusahaannya dan menjadi pengguna awal dalam fase pengembangan ini. Menurutnya, digital asset treasuries memberikan dampak positif terhadap harga ether.
Baca Juga: Ethereum Akan Bersiap Masuki Fase Utilitas Nyata di 2026
“Banyak di antaranya sudah mulai melakukan deployment ke Ether.fi. Mereka benar-benar berada di garis depan,” kata Silagadze, dilansir dari Coindesk, Selasa (6/1).
Ia menambahkan bahwa keberadaan digital asset treasuries jelas memberikan dampak positif terhadap harga ether. Silagadze menyebut fokus utamanya adalah pada pematangan ekosistem keuangan ethereum secara lebih luas, khususnya melalui pertumbuhan neobank kripto.
“Gerakan neobank kripto terlihat sebagai tren yang tumbuh sangat cepat, dengan banyak perusahaan masuk ke ruang ini dan mulai mencatat pertumbuhan,” ujarnya.
Menurut Silagadze, neobank kripto berpotensi menjadi jalur paling jelas menuju adopsi berkelanjutan, terutama ketika stablecoin semakin terintegrasi ke dalam sistem keuangan global.
Ia menilai platform semacam ini lebih efektif dibandingkan spot investment kripto dalam mengenalkan pengguna pada aktivitas onchain dan peluang imbal hasil.
Silagadze menekankan bahwa keberhasilan ethereum pada tahun ini akan sangat bergantung pada kemampuannya menghadirkan utilitas praktis dalam skala besar.
“Saya benar-benar percaya adopsi akan datang dari para pemain neobank ini,” katanya.
Baca Juga: BMNR Borong Ether, Jadi Perusahaan Pemegang Terbesar ETH
Ia menilai peningkatan aktivitas pengguna akan mengikuti jika fokus diarahkan pada penggunaan dunia nyata, seperti saham ter-tokenisasi dan layanan perbankan yang lebih mudah diakses, serta menjauh dari dominasi aplikasi berbasis spekulasi atau perjudian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement