Pendanaan Modal Ventura Kian Selektif di 2026, Investor Incar Sektor Ini
Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri modal ventura pada 2026 masih berpeluang tumbuh positif meski dengan laju terbatas, seiring semakin selektifnya investor dalam menyalurkan pendanaan. Selektivitas tersebut mendorong pergeseran fokus pembiayaan ke startup yang telah mencatatkan profitabilitas, sektor hilirisasi, serta investasi berbasis syariah.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK, Agusman, menyampaikan bahwa peluang pertumbuhan industri modal ventura tetap terbuka meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global dan domestik.
“Industri modal ventura pada 2026 berpotensi tumbuh positif meskipun terbatas, dengan peluang fokus pada startup yang sudah profitable, ekspansi ke sektor hilirisasi, dan peningkatan investasi syariah,” ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Bio Farma Suntik Modal Rp846 Miliar ke Kimia Farma (KAEF)
Agusman menjelaskan, perubahan strategi pendanaan tersebut tidak terlepas dari tekanan eksternal yang masih membayangi industri, termasuk kondisi tech winter global, dinamika perekonomian nasional, serta keterbatasan sumber pendanaan. Faktor-faktor tersebut membuat perusahaan modal ventura (PMV) lebih berhati-hati dalam menentukan sektor dan profil usaha yang akan dibiayai.
Namun, ia menegaskan bahwa minat PMV terhadap fintech masih ada, namun kini dilandasi pertimbangan yang lebih matang. Penilaian risiko, prospek pertumbuhan bisnis, serta potensi imbal hasil menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi.
“Investasi dewasa ini lebih selektif, namun sektor fintech tetap menjadi bagian dari ekosistem inovasi keuangan yang strategis,” tuturnya.
Baca Juga: Meski Pasar Modal Tumbuh, OJK Ungkap PR Besar di 2026
Data OJK menunjukkan bahwa hingga Oktober 2025, alokasi pembiayaan modal ventura masih terdiversifikasi di berbagai sektor ekonomi. Portofolio pembiayaan terbesar tercatat berada di sektor perdagangan dengan nilai Rp7,86 triliun atau setara 46,48% dari total pembiayaan modal ventura.
Sektor penyewaan menempati posisi berikutnya dengan nilai pembiayaan Rp2,17 triliun atau 12,85%. Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi mencatatkan pembiayaan sebesar Rp1,81 triliun atau 10,68% dari total portofolio.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement