Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investasi ESDM 2025 Hanya US$ 31,7 Miliar, Sektor Listrik Jadi Titik Koreksi

Investasi ESDM 2025 Hanya US$ 31,7 Miliar, Sektor Listrik Jadi Titik Koreksi Kredit Foto: PLTP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 hanya sebesar US$31,7 miliar. Angka tersebut mengalami koreksi dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai US$32,3 miliar, terutama disebabkan oleh perlambatan investasi di sektor ketenagalistrikan, meskipun investasi migas serta mineral dan batu bara (minerba) relatif stabil.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa investasi ESDM pada 2025 masih ditopang kuat oleh sektor minyak dan gas bumi serta pertambangan minerba. Adapun sektor listrik dan energi baru terbarukan menjadi kontributor dengan nilai yang lebih kecil.

“Total untuk investasi di sektor ESDM sebesar 31,7 miliar dolar AS. Terdiri dari minerba 6,7 miliar dolar AS, migas 18 miliar dolar AS, listrik 4,6 miliar dolar AS, dan EBTKE 2,4 miliar dolar AS,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/1/2025).

Baca Juga: Lifting Minyak 2025 Tembus Target, Pertama Kali dalam Sembilan Tahun

Berdasarkan data Kementerian ESDM, penurunan realisasi investasi tahun lalu terutama berasal dari sektor ketenagalistrikan. Sementara itu, investasi migas dan minerba dinilai masih mampu menjaga level investasi ESDM secara keseluruhan di tengah tantangan global dan domestik.

Bahlil mengakui adanya perlambatan realisasi investasi pada sektor listrik jika dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, koreksi tersebut menjadi perhatian pemerintah mengingat sektor ketenagalistrikan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi nasional.

“Pasti teman-teman tanya, dibandingkan dengan 2024 dan 2025 investasi ada terjadi koreksi. Di mana koreksinya? Di listrik,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan PT PLN (Persero) guna mendorong percepatan realisasi proyek pembangkit yang telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kembali investasi di sektor listrik.

“Nanti habis ini saya akan rapat dengan PLN. Kami akan mendorong percepatan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL,” kata Bahlil.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Komitmen Lawan Mafia Tambang

Secara struktur, sektor migas masih menjadi penyumbang terbesar investasi ESDM pada 2025, sejalan dengan upaya pemerintah menjaga produksi dan lifting migas nasional. Di sisi lain, investasi energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) mulai menunjukkan peningkatan, meski kontribusinya masih lebih kecil dibandingkan sektor energi fosil.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah menargetkan percepatan investasi ESDM pada 2026, khususnya di sektor ketenagalistrikan dan EBTKE, untuk mengimbangi pertumbuhan konsumsi listrik serta mendukung agenda transisi energi nasional.

“Memang ada terjadi butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: