Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menko AHY Tegaskan Peningkatan SDM Harus Jadi Prioritas, Tiongkok Jadi Contoh Nyata

Menko AHY Tegaskan Peningkatan SDM Harus Jadi Prioritas, Tiongkok Jadi Contoh Nyata Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan peningkatan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas bersama.

Dirinya menilai tidak ada alasan untuk tidak terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur negara sebagai fondasi kemajuan pembangunan meskpun intenstas pekerjaan di pemerintah cukup tinggi.

Baca Juga: Wamenhaj Ungkap PK Haji Khusus Ribuan Jamaah Telah Diproses

Ini disampaikan Menko AHY saat memberikan arahan kepada peserta Short Course ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebelum keberangkatan, Senin (5/1/2026).

“Karena kita semua meyakini SDM yang unggul, yang bisa membawa banyak kemajuan dan perbaikan. Sekaligus kita tentu berharap dimulai dari kita, dimulai dari Kemenko Infra ini, kita juga bisa menyampaikan pesan yang positif kepada banyak kalangan lain termasuk publik, bahwa tidak ada kata sibuk, tidak ada kata padat atau tinggi intensitas, sehingga kita seperti tidak punya waktu untuk mendorong anggota kita untuk bisa meningkatkan kualitasnya,” tutur Menko AHY.

Menko AHY menyampaikan bahwa Tiongkok merupakan contoh nyata transformasi pembangunan yang masif dan cepat, terutama dari sisi infrastruktur, teknologi, dan industrialisasi. Pengalaman belajar langsung di Tiongkok diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan kebijakan dan program pembangunan di Indonesia.

Lebih lanjut, Menko AHY menekankan pentingnya membangun kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Tiongkok yang dilandasi oleh kepercayaan, peluang kerja sama, dan orientasi pada generasi masa depan.

“Ada tiga jembatan yang harus dibangun bagi Indonesia dan Tiongkok dalam memperkuat hubungan kerja sama, partnership, dan cooperation, yaitu trust, opportunity, dan future generation,” jelas Menko AHY.

Menko AHY juga meminta para peserta untuk tidak hanya mengikuti kegiatan pembelajaran, tetapi turut melakukan analisis sektoral serta mendokumentasikan berbagai praktik baik yang dapat diadaptasi di Indonesia. Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat dibagikan kepada seluruh unit kerja sebagai produk pengetahuan yang aplikatif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: