Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) industri nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Menurutnya, penguatan kualitas SDM industri merupakan kunci dalam mendorong transformasi industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Peran Indonesia sebagai Mediator Perdamaian Timur Tengah
“Kemenperin terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja industri agar memiliki keterampilan, disiplin, dan kemampuan adaptasi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern. Dengan SDM yang unggul, industri nasional akan semakin kompetitif dan mampu berperan aktif dalam rantai pasok global,” ujar Menperin, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Jumat (6/3).
Salah satu langkah konkret yang diapresiasi Kemenperin adalah kerja sama pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Jerman melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Tenriawaru Elite International dan Aurelium Global Talent GmbH. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Frankfurt, Jerman pada Rabu (25/2)
Staf Khusus Menteri Perindustrian Bidang Konektivitas dan Pengembangan Sistem Logistik, Emmanuel Lestarto Wanandi, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap potensi SDM Indonesia sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Jerman di sektor industri.
“Kami mengapresiasi kedua pihak atas langkah strategis ini. Penandatanganan hari ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap potensi sumber daya manusia Indonesia dan penguatan kerja sama Indonesia–Jerman di sektor industri,” ujar Wanandi dalam sambutannya mewakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi.
Melalui kerja sama ini, PT Tenriawaru Elite International memperoleh kepercayaan dari Aurelium Global Talent untuk memenuhi kebutuhan penempatan sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia di Jerman. Penempatan tenaga kerja ini diharapkan dapat membuka peluang peningkatan kompetensi sekaligus memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar kerja global.
Wanandi juga menegaskan, Kemenperin mendukung penuh inisiatif yang menciptakan kerja sama tenaga kerja internasional yang terstruktur, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi kedua negara. “Kami siap memperkuat keselarasan standar kompetensi, penjaminan mutu pelatihan, serta kerangka kerja sertifikasi untuk memastikan bahwa pekerja Indonesia yang ditempatkan di luar negeri menjunjung tinggi profesionalisme dan keunggulan,” ungkapnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat diterjemahkan ke dalam berbagai program konkret yang memberikan dampak berkelanjutan, mulai dari peningkatan keterampilan tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, hingga penguatan kolaborasi industri antara Indonesia dan Jerman.
Menurutnya, di tengah percepatan transformasi industri nasional, pembangunan SDM industri yang memiliki daya saing global bukan hanya menjadi prioritas nasional, tetapi juga kebutuhan strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga: Kemenko Perekonomian Gelar Semarak Ramadan, Perkuat UMKM dan Kebersamaan
Hal tersebut menjadi bagian dari mandat BPSDMI dalam rangka merancang dan melaksanakan kebijakan pengembangan tenaga kerja industri yang kompeten, siap kerja, serta mampu bersaing di pasar global. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari pendidikan vokasi industri, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesi, hingga program link and match dengan dunia industri.
“BPSDMI berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan vokasi industri, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesional, serta program penghubungan dan pencocokan dengan industri agar talenta Indonesia memenuhi standar nasional maupun internasional,” imbuh Wanandi.
Peran BPSDMI tersebut juga sejalan dengan Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin yang digagas oleh Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Misi ini bertujuan menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor strategis di Jerman.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan, kerja sama tersebut menunjukkan besarnya potensi ekspor jasa profesi Indonesia ke pasar global sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.
“Kemitraan ini mencerminkan besarnya potensi ekspor jasa profesi Indonesia serta membuka peluang kerja sama lanjutan yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Konsul Jenderal RI di Frankfurt, Toary Worang, menegaskan bahwa KJRI Frankfurt akan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses yang berkaitan dengan penempatan tenaga kerja Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Menuju Era Kemandirian Semikonduktor
“Verifikasi akan terus dilakukan, baik terhadap perusahaan penempatan tenaga kerja di wilayah kerja kami maupun terhadap perusahaan pengguna di sini, guna memastikan perlindungan pekerja serta keberlanjutan kerja sama yang sehat dan kredibel,” tutur Worang.
Melalui kerja sama ini, Kemenperin berharap pengembangan SDM industri Indonesia semakin kuat dan mampu menghasilkan tenaga kerja yang tidak hanya siap bersaing di dalam negeri, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam ekosistem industri global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya