Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ditekan Obligasi, Harga Bitcoin Turun ke US$89.000

Ditekan Obligasi, Harga Bitcoin Turun ke US$89.000 Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin melemah pada perdagangan di Kamis (8/1). Penurunan terjadi seiring meredanya reli kripto, meskipun sentimen risiko global masih relatif kondusif didukung reli obligasi pemerintah dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Coinmarketcap, harga bitcoin sempat turun hingga US$89.000. Pelemahan tersebut menandai koreksi setelah penguatan aset kripto unggulan tersebut hingga US$95.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin Akan Dipengaruhi Faktor Makro dan Dinamika Pasar di 2026

Dari Amerika Serikat, pasar obligasi, melanjutkan penguatan dalam seluruh tenor, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah tenor sepuluh tahun turun ke sekitar 4,14%.

Penurunan yield dipicu oleh data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, yang memperkuat ekspektasi terkait penurunan suku bunga.

Laporan Desember menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta hanya bertambah 41.000. Kondisi ini sempat mendorong pasar suku bunga meningkatkan peluang bahwa bank sentral akan melakukan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing dua puluh lima basis poin hingga akhir tahun.

Penguatan obligasi juga terlihat di Asia. Obligasi Australia, Jepang dan Selandia Baru menguat dan berada dalam zona positif.

Pergerakan pasar obligasi menjadi penting bagi kripto karena ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar umumnya mendukung aset berisiko, terutama ketika likuiditas global meningkat.

Kini, penggerak pasar tidak lagi bergantung pada satu katalis tunggal, melainkan kombinasi faktor pendukung seperti ekspektasi likuiditas yang membaik, stabilitas kebijakan serta valuasi aset kripto yang masih berada di bawah puncak siklus sebelumnya dibandingkan kelas aset lain.

Baca Juga: Usai Bitcoin, Morgan Stanley Ajukan Ethereum Trust

Baca Juga: 7 Safe Ways to Invest in Crypto for Beginners

Namun, koreksi terbaru menunjukkan bahwa pelaku pasar belum melihat reli awal tahun sebagai pergerakan satu arah. Pasar kripto tetap sensitif terhadap dominasi bitcoin dan perlambatan arus dana atau kembalinya minat ke aset tradisional berpotensi menguji ketahanan pemulihan harga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: