Kredit Foto: OJK
Minat masyarakat terhadap pasar modal kian menguat sepanjang 2025, tercermin dari dominasi investor ritel domestik yang kini menyumbang 50% transaksi saham. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan peran investor ritel tersebut terjadi seiring lonjakan likuiditas, pertumbuhan jumlah investor, serta aktivitas perdagangan yang konsisten tinggi pada paruh kedua 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyampaikan, struktur pelaku transaksi di Bursa Efek Indonesia mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Investor ritel domestik menjadi penopang utama likuiditas pasar saham sepanjang 2025.
“Proporsi transaksi investor ritel meningkat tajam dari 36% di tahun 2024 menjadi 50% di tahun 2025,” ujar Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Desember 2025 di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Aset Investor Usia 60 Tahun Capai Rp1.104 Triliun, Jauh Ungguli Generasi Muda
Peningkatan peran investor ritel tersebut berjalan beriringan dengan kenaikan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH). Sepanjang 2025, RNTH tercatat mencapai Rp18,07 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level Rp12,85 triliun. Kenaikan ini mencerminkan semakin ramainya aktivitas perdagangan saham di pasar reguler.
Likuiditas pasar saham mencapai titik tertinggi pada Desember 2025. Pada periode tersebut, RNTH menembus rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high sebesar Rp27,19 triliun. OJK mencatat, nilai transaksi harian secara konsisten berada di atas Rp20 triliun sejak 20 Agustus 2025, menandakan stabilnya aktivitas perdagangan pada semester II/2025.
Dari sisi kronologi, penguatan likuiditas mulai terlihat sejak kuartal IV/2025. RNTH pada Oktober 2025 berada di level Rp16,62 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp17,22 triliun pada November 2025, sebelum melonjak signifikan pada Desember 2025. Tren tersebut berlangsung sejalan dengan bertambahnya jumlah investor pasar modal.
Baca Juga: Perdagangan Masih Sepi Meski Investor Capai 20,12 Juta, Bos KSEI Ungkap Penyebabnya!
Jumlah investor tercatat terus meningkat dalam periode yang sama. Pada Oktober 2025, jumlah investor mencapai 19,20 juta, bertambah menjadi 19,67 juta pada November 2025, dan menembus 20,36 juta investor pada Desember 2025. Pertumbuhan basis investor ini memperkuat likuiditas pasar, terutama melalui aktivitas investor ritel domestik.
Sementara itu, investor asing turut memberikan kontribusi terhadap likuiditas, khususnya pada akhir tahun. Pada Desember 2025, investor asing mencatatkan pembelian bersih saham sebesar Rp12,24 triliun secara bulanan. Namun secara kumulatif sepanjang 2025, investor asing masih membukukan penjualan bersih saham.
“Namun, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham sebesar Rp17,34 triliun,” kata Inarno.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement