Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BPS Catat Penurunan Penumpang di Hampir Semua Moda Transportasi

BPS Catat Penurunan Penumpang di Hampir Semua Moda Transportasi Kredit Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan perkembangan transportasi Indonesia untuk periode November 2025. Data menunjukkan adanya penurunan kinerja penumpang pada hampir semua sektor transportasi pada bulan tersebut, meski secara akumulatif dalam 11 bulan pertama tahun 2025, sebagian besar sektor masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Pada November 2025, transportasi udara mengalami tekanan dengan penurunan pada semua kategori domestik. Penumpang udara domestik tercatat sebanyak 5,0 juta orang, mengalami penurunan 4,33% dibandingkan November tahun sebelumnya. Sementara itu, penumpang udara internasional juga turun 7,85% menjadi 1,7 juta orang. Untuk angkutan barang udara domestik, volumenya turun 3,13% menjadi 52,6 ribu ton.

Namun, secara kumulatif periode Januari–November 2025, terdapat kabar baik dari penerbangan internasional. Penumpang internasional mencapai 18,7 juta orang, tumbuh 8,36%. Angkutan barang udara juga naik tipis 0,82% menjadi 612,4 ribu ton. Sayangnya, penumpang domestik masih terkontraksi 5,65% menjadi 54,5 juta orang dalam periode yang sama.

Sektor maritim menunjukkan tren campuran pada November 2025. Jumlah penumpang angkutan laut turun 5,78% menjadi 2,2 juta orang. Sebaliknya, volume barang yang diangkut melalui laut justru tumbuh 3,58% menjadi 47,2 juta ton.

Dalam skala lebih luas (Januari–November 2025), transportasi laut menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Penumpang mencapai 27,8 juta orang, melonjak 16,71%, dan barang yang diangkut mencapai 463,8 juta ton, meningkat signifikan sebesar 16,77%.

Performa transportasi kereta api pada November 2025 mengalami penurunan dua-digit. Volume penumpang turun 3,99% menjadi 47,4 juta orang, sementara angkutan barang turun 2,52% menjadi 6,5 juta ton.

Secara akumulatif, dari Januari hingga November 2025, jumlah penumpang kereta api masih positif dengan pertumbuhan 8,72% menjadi hampir 499,2 juta orang. Angkutan barang juga naik tipis 0,63% menjadi 67,5 juta ton.

Pada November 2025, penumpang angkutan ASDP tercatat 3,9 juta orang, turun 2,78%. Namun, secara keseluruhan periode Januari–November 2025, sektor ini tetap mencatat pertumbuhan penumpang yang sehat sebesar 13,33%.

Infografik BPS juga menyoroti beberapa titik dengan kinerja ekstrem pada November 2025. Rute udara domestik dengan penumpang terendah adalah Juanda-Surabaya. Untuk angkutan laut, pelabuhan dengan penumpang terendah adalah Pelabuhan Pelawan, sementara untuk barang tercatat Pelabuhan Tanjung Perak mengalami penurunan transportasi. 

Di sektor kereta api, penumpang terendah terjadi di rute Jabodetabek (JBO), dan angkutan barang terendah di wilayah Sumatera. Untuk ASDP, Pelabuhan Pototano mencatat penurunan penumpang terendah sebesar 11,56%.

Data ini memberikan gambaran dinamis tentang mobilitas masyarakat dan logistik nasional, di mana tekanan jangka pendek (November) tidak serta-merta menggambarkan tren keseluruhan tahun 2025 yang masih cenderung positif di beberapa sektor utama, khususnya transportasi laut dan kereta api secara kumulatif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: