Kredit Foto: Kementerian PU
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum menginstruksikan seluruh perbaikan konstruksi jalan tol wajib tuntas pada H-10 periode Lebaran 1447 H. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan tidak ada pekerjaan aktif di badan jalan yang dapat menghambat mobilitas masyarakat.
Langkah preservasi ini mencakup penanganan seluruh titik kerusakan seperti lubang, retak, hingga gangguan pada sistem drainase jalan tol. Fokus utama pemerintah adalah menjamin kondisi infrastruktur dalam keadaan laik fungsi demi keselamatan serta kelancaran arus mudik dan balik.
"Penyelesaian seluruh pekerjaan preservasi seluruh jalan tol paling lambat H-10 Lebaran 2026 sehingga tidak terdapat pekerjaan aktif di badan jalan pada periode arus mudik dan arus balik," tulis BPJT dalam akun Instagram resminya, Rabu (25/2/2026). Melalui unggahan tersebut, BPJT menegaskan bahwa seluruh pengelola jalan tol harus mematuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Sementara itu, kesiapan infrastruktur di wilayah Jawa Timur menjadi perhatian khusus dengan total 15 ruas jalan tol yang telah dinyatakan laik operasi. Jalur sepanjang 492 kilometer (km) tersebut disiapkan sebagai tulang punggung transportasi untuk mendukung pergerakan pemudik di wilayah timur.
Selain ruas eksisting, pemerintah juga mengumumkan pengoperasian secara fungsional untuk ruas Tol Probolinggo — Banyuwangi (Probowangi). Masyarakat dapat melintasi jalur ini secara gratis pada periode tertentu guna mengurai potensi kepadatan di titik-titik rawan kemacetan.
"Untuk mendukung arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, disiapkan pengoperasian fungsional Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi," ungkap pihak BPJT dalam pernyataan resminya. Pengoperasian jalur fungsional ini menjadi salah satu strategi kunci dalam manajemen lalu lintas selama libur panjang Idul Fitri.
Baca Juga: Infrastruktur Banten Selatan Butuh Percepatan Pembangunan
Guna menunjang kenyamanan pengguna jalan, BPJT juga telah menyiapkan 25 Rest Area yang siap melayani kebutuhan para pemudik. Selain fasilitas yang sudah ada, terdapat penambahan 3 Rest Area fungsional untuk memperkuat kapasitas layanan di titik-titik strategis.
"Selain itu, tersedia 25 Rest Area yang siap melayani pemudik serta 3 Rest Area tambahan yang akan difungsionalkan guna memperkuat kapasitas layanan dan mendukung kelancaran mobilitas selama periode Lebaran 2026," pungkasnya. Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu meminimalisir penumpukan kendaraan di bahu jalan akibat penuhnya tempat istirahat reguler.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat