Kredit Foto: Instagram @kemenpppa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyebut bencana alam menjadi momen refleksi bersama untuk menjaga lingkungan serta memperbaiki hubungan manusia dengan alam..
Hal tersebut disampaikan Menteri PPA saat menghadiri kegiatan Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam Sumatra di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Kab. Sleman, DI Yogyakarta.
Baca Juga: Pejabat Pajak Kena OTT KPK, Purbaya Sebut Kemenkeu Akan Terima Apapun Putusan Hukum
"Kita diingatkan untuk menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memulai dari diri sendiri. Ini adalah momen penting untuk saling mengingatkan dan memperkuat kepedulian bersama. Tak lupa juga mari kita doakan para korban bencana alam di Sumatra agar diberikan kekuatan dan ketabahan, serta bagi yang wafat semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Senin (12/1).
Menteri PPPA mengatakan pesantren memiliki kontribusi besar dalam menyiapkan generasi yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing. Pendidikan di pesantren tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai moral.
Seluruh proses kehidupan di pesantren mulai dari disiplin waktu, hidup sederhana, hingga belajar saling menghargai merupakan pembelajaran hidup yang akan menjadi bekal penting di masa depan.
"Manfaatkan sebaik-baiknya proses ketika kalian berada di pesantren. Percayalah, manfaatnya akan terasa ketika kalian sudah lulus. Santri adalah masa depan bangsa yang memiliki kelebihan karena nilai-nilai agamanya. Tetap semangat, karena kalian adalah masa depan bangsa. Santri punya kelebihan karena nilai-nilai agamanya,” ujar Menteri PPPA.
Dalam kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad memberikan motivasi kepada para santri agar terus menuntut ilmu dan menjaga akhlak dalam menjalani kehidupan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak sebagai kunci membangun masa depan.
“Ilmu pendidikan itu penting, tetapi ilmu akhlak dan adab tidak kalah penting. Pesantren adalah tempat yang membentuk keseimbangan itu. Santri harus maju dan menjadi teladan, karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda,” ujar Raffi Ahmad.
Raffi Ahmad menambahkan kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang yang dilandasi ketulusan, kerja keras, serta doa, khususnya doa orang tua. “Kesuksesan itu tidak datang secara instan. Semua membutuhkan proses panjang, ketulusan, kerja keras, dan doa, terutama doa orang tua. Karena doa ibu dan doa anak tidak akan pernah terputus,” ujar Raffi Ahmad.
Sebagai penutup, Raffi Ahmad menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa santri merupakan elemen yang sangat penting bagi bangsa. Santri tidak hanya berperan sebagai penjaga moral bangsa, tetapi juga sebagai pelopor kemajuan yang menguasai ilmu agama dan ilmu dunia, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing.
Melalui kegiatan doa bersama dan silaturahmi ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berharap nilai-nilai keimanan, keteladanan, kedisiplinan, serta kepedulian sosial yang ditanamkan di lingkungan pesantren dapat terus memperkuat peran santri sebagai generasi penerus yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pondok Pesantren Sunan Pandanaran merupakan salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Sleman, DI Yogyakarta, yang berdiri sejak 1975 dan dikenal dengan penguatan pendidikan keagamaan, penghafalan Al-Qur’an, serta pembentukan karakter santri yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan.
Pesantren ini mengintegrasikan pendidikan diniyah dan formal, serta aktif berperan dalam kegiatan sosial dan penguatan moderasi beragama, sehingga menjadi salah satu pusat pembinaan generasi muda yang berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement