Amerika Ogah Kirim Pasukan Darat ke Iran, Wakilnya Trump: Bukan Urusan Kami Lagi
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Pemerintah Amerika Serikat (AS) memastikan tidak akan mengirim pasukan darat untuk melakukan invasi besar-besaran ke Iran. Washington menegaskan, meski konflik kedua negara tersebut memanas, pihaknya tak memiliki niatan untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran.
Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance mengatakan bahwa perubahan pemerintahan dalam negeri tersebut merupakan urusan internal dari negara itu, bukan militer dari Amerika Serikat. Ia menegaskan tak akan mencampuri urusan internal dari Iran.
Baca Juga: Kecemburuan Presiden Donald Trump ke Perdana Menteri Irak Jadi Sorotan Publik Amerika: Aneh Sekali
"Kalau rakyat Iran ingin bangkit dan mengubah pemerintahannya, itu urusan mereka," kata Vance saat menjadi bintang tamu dalam podcast The Joe Rogan Experience, dikutip Kamis (16/7/2026).
Ia menegaskan pemerintah saat ini tidak memiliki rencana mengerahkan operasi militer darat berskala besar seperti yang pernah dilakukan Amerika di Irak maupun Afghanistan. Washington menurutnya tak memiliki niatan untuk mengganti rezim dari Khamenei di Iran.
"Tapi kami tidak akan mengirim 150.000 pasukan darat untuk mewujudkan pergantian rezim," ujarnya.
Vance menambahkan, era negaranya melakukan invasi darat demi mengganti pemerintahan negara lain telah berakhir.
"Kami sudah tidak berada dalam bisnis seperti itu lagi. Benar-benar tidak," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa meski mereka terus meningkatkan tekanan militer terhadap musuh melalui serangan udara dan operasi strategis, pemerintah saat ini tidak ingin membuka front perang darat yang berpotensi memicu konflik berkepanjangan.
Baca Juga: Viral 'Keanehan' Ucapan Presiden Amerika ke Perdana Menteri Irak: Setiap Hari Semakin Tidak Waras
Sebaliknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ini lebih memfokuskan strategi pada perlindungan jalur pelayaran internasional, menjaga stabilitas pasokan energi global serta mencegah musuh memperoleh senjata nuklir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: