Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dinginnya Respons Trump Soal Kriminalisasi Bos The Fed

Dinginnya Respons Trump Soal Kriminalisasi Bos The Fed Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dicurigai tengah melakukan kriminalisasi terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Hal ini menyusul surat panggilan terhadap sang ketua bank sentral dari Negeri Paman Sam.

Trump membantah bahwa dirinya tengah mengkriminalisasi Powell. Ia menyebut tidak mengetahui tindakan Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Namun, ia mencemooh ketua bank sentral itu dengan menilai buruk kinerja dari Powell.

Baca Juga: Trump Usulkan Batas Bunga Kartu Kredit 10%

“Saya tidak tahu apa-apa tentang itu, tetapi dia jelas tidak terlalu baik memimpin bank sentral dan dia juga tidak terlalu baik dalam membangun gedung,” kata Trump, dilansir Selasa (13/1).

Departemen Kehakiman Amerika Serikat di sisi lain menolak memberikan komentar spesifik terkait kasus tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa pengadilan telah menginstruksikan para jaksa federal untuk memprioritaskan penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan dana pembayar pajak.

Sebelumnya, Powell mengungkapkan bahwa bank sentral menerima surat panggilan juri federal dari Departemen Kehakiman AS. Surat tersebut berkaitan dengan kesaksiannya mengenai pembengkakan biaya proyek renovasi kompleks kantor pusat dari The Fed.

“Departemen Kehakiman menyampaikan surat panggilan juri federal kepada bank sentral, yang mengancam dakwaan pidana terkait kesaksian saya di Komite Perbankan Senat,” kata Powell.

Ia menegaskan komitmennya terhadap supremasi hukum dan akuntabilitas. Namun, Powell menilai langkah tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dan harus dilihat dalam konteks tekanan politik yang lebih luas.

Ia mengatakan ancaman itu merupakan bagian dari upaya pemerintahan untuk menekan bank sentral agar menurunkan suku bunga dan memberi ruang yang lebih besar bagi campur tangan eksekutif.

“Saya sangat menghormati aturan hukum dan akuntabilitas dalam demokrasi kita. Tidak ada seorang pun, termasuk Ketua bank sentral, yang berada di atas hukum,” ujarnya.

“Ancaman baru ini bukan tentang kesaksian saya atau renovasi gedung dari Federal Reserve. Itu semua adalah dalih,” kata Powell.

Baca Juga: Wujudkan American Dream, Begini Jurus Trump Menekan Harga Properti di AS

Menurutnya, ancaman dakwaan pidana muncul karena bank sentral menetapkan kebijakan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik untuk kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi dari Trump.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: