Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Wall Street Cetak Rekor, Investor Abaikan Isu Investigasi Ketua The Fed

Wall Street Cetak Rekor, Investor Abaikan Isu Investigasi Ketua The Fed Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup di rekor tertinggi pada perdagangan di Senin (12/1). Investor sebagian besar mengesampingkan kekhawatiran terkait penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

Dilansir dari Reuters, Selasa (13/1), Dow Jones Industrial Average naik 0,17% ke 49.590,20, S&P 500 menguat 0,16% ke 6.977,27. Sementara Nasdaq Composite naik 0,26% ke 23.733,90.

Baca Juga: Saham RMKE Diprediksi Terbang ke Rp10 Ribu, Intip Profil dan Sosok Pemiliknya

Saham Walmart menguat setelah raksasa ritel itu memindahkan pencatatan sahamnya dari New York Stock Exchange (NYSE) ke Nasdaq. Walmart dijadwalkan akan masuk ke dalam indeks Nasdaq-100 di 20 Januari.

Perdagangan sempat dibuka melemah setelah muncul kabar mengenai penyelidikan terhadap Powell. Ancaman dakwaan secara resmi berfokus pada komentar sang ketua bank sentral terkait proyek renovasi gedung dari Federal Reserve. Hal itu memicu kembali kekhawatiran soal independensi bank sentral dari AS.

Powell sebelumnya menyebut langkah tersebut sebagai “dalih” untuk memberikan tekanan politik agar bank sentral memangkas suku bunga secara agresif, sejalan dengan keinginan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Berita Powell sedang diselidiki pada dasarnya sudah disinyalkan sebelumnya oleh Trump. Hal itu membuat pasar tampaknya menerimanya dengan cukup tenang untuk saat ini,” kata Kepala Ekonom Pasa Spartan Capital Securities, Peter Cardillo.

Ia menambahkan bahwa pasar juga dibuat tenang oleh dukungan terbuka dari sejumlah mantan pejabat bank sentral terhadap Powell.

Baca Juga: Net Buy Kala IHSG Loyo, Ini Saham yang Diborong Asing

Selain faktor politik, investor juga mulai mengalihkan fokus ke musim laporan keuangan kuartal keempat di Amerika Serikat. Ia diperkirakan akan menjadi pendorong utama pergerakan pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: