Kredit Foto: Istimewa
Sebagai wilayah hulu dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Tapanuli Utara memegang peranan kunci dalam mencegah banjir dan tanah longsor yang pada November lalu telah merenggut lebih dari 1.000 korban jiwa.
Kerusakan ekosistem ini diperparah oleh data yang menunjukkan penyusutan tutupan hutan di Sumatera Utara sebesar 19,5 ribu hektar dalam 15 tahun terakhir, di mana luasan hutan yang semula mencapai 151 ribu hektar pada 2009 kini hanya tersisa 131 ribu hektar pada 2024.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang hadir dalam acara tersebut, mengakui bahwa rentetan bencana di wilayahnya merupakan konsekuensi dari penggundulan hutan akibat ulah manusia.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga kelestarian alam demi keamanan generasi mendatang.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki yang turut serta dalam penanaman tersebut, menekankan pentingnya menjaga fungsi hidrologis hutan Sumatera guna mendukung kedaulatan pangan dan kelestarian ekosistem nasional secara berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement