Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan rencana jitunya dalam mengatasi persoalan banjir di Ibu Kota yang menjadi salah satu fokus utama dalam kepemimpinannya.
Salah satu cara yang ditempuhnya adalah dengan pembangunan waduk, yang hingga kini telah tersebar di sejumlah wilayah untuk mengurangi genangan air, seperti Waduk Batu Licin.
Baca Juga: JFW 2025 Ditutup, Pramono Ungkap Lonjakan Transaksi Mal hingga Hotel
Ini disampaikan Pramono saat meresmikan Waduk Batu Licin di Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Senin (12/1/3036).
Peresmian ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air sebagai upaya pengendalian banjir dan pengurangan risiko genangan, khususnya di wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.
Dirinya melanjutkan Waduk Batu Licin ini sebelumnya bernama Waduk Giri Kencana dan resmi berganti nama dengan mempertimbangkan rekam sejarah kawasan. Waduk ini memiliki luas lahan sekitar 4,5 hektare dengan area tampungan air mencapai 2,7 hektare.
“Sejak awal menjabat, persoalan banjir menjadi salah satu perhatian utama saya. Karena itu, pembangunan waduk dilakukan secara serius dan terencana. Saat ini, terdapat sembilan waduk yang telah dibangun dan tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat, dengan tujuan utama mengurangi genangan di kawasan permukiman padat,” ujarnya, ikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Kamis (15/1).
Gubernur Pramono menjelaskan, berdasarkan testimoni warga, kawasan Cilangkap sebelumnya kerap mengalami genangan setiap kali hujan deras. Kini, dengan kapasitas tampung Waduk Batu Licin sekitar 92.000 meter kubik dan kedalaman enam meter, potensi genangan dapat ditekan secara signifikan.
Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, Waduk Batu Licin juga dikembangkan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah fasilitas telah disediakan, antara lain jogging track, lapangan basket, musala, serta area rekreasi warga.
“Keberadaan waduk ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain berfungsi secara teknis, kawasan ini juga menjadi ruang publik yang nyaman. Saya berharap tujuh waduk lainnya yang sedang dan akan diresmikan dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menegaskan, pembangunan waduk merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendalian banjir yang selaras dengan program prioritas normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, dan Kali Krukut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement