Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IFG Life Ungkap 5 Strategi Jaga Finansial Tetap Stabil Hadapi Tantangan Ekonomi 2026

IFG Life Ungkap 5 Strategi Jaga Finansial Tetap Stabil Hadapi Tantangan Ekonomi 2026 Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mengungkap sejumlah strategi yang bisa menjadi kunci menuju finansial yang lebih stabil. Tak bisa dipungkiri, memasuki tahun 2026, tantangan ekonomi global diperkirakan masih membayangi.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan tahun ini sebagai periode yang rentan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia. Dalam situasi tersebut, perencanaan keuangan yang disiplin menjadi bekal penting agar masyarakat dapat melangkah lebih mantap menghadapi masa depan.

“Ketika kondisi ekonomi semakin menantang, literasi keuangan menjadi semakin penting. Sebagai salah satu pelaku utama di industri asuransi jiwa & kesehatan, IFG Life berkomitmen memberikan layanan terbaik serta perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada konsumen. Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui produk dan proses klaim, tetapi juga dengan mendampingi masyarakat membangun stabilitas finansial melalui edukasi dan perencanaan yang terukur,” ujar Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life. 

Baca Juga: Gelar Kelas Finansial, Jenius Ajak Pekerja Lepas Lebih Cerdas Kelola Finansial di Era Kerja Fleksibel

Strategi Jaga Finansial Tetap Stabil

Jika ingin mulai menyusun rencana keuangan yang lebih konkret di 2026, berikut sejumlah strategi yang bisa diterapkan secara bertahap.

1. Menabung di Awal Bulan

Meski terdengar klise, menabung tetap menjadi fondasi utama dalam perencanaan keuangan. Kuncinya bukan terletak pada besar kecilnya nominal, melainkan pada konsistensi. Agar lebih efektif, menabung bisa dilakukan sejak awal bulan.

Begitu gaji diterima, sebagian dana dapat langsung dipindahkan ke rekening tabungan atau dialokasikan ke rekening dana nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi. Dengan cara ini, menabung menjadi bagian dari sistem pengelolaan keuangan, bukan sekadar niat di akhir bulan. Tabungan juga sebaiknya dimasukkan sebagai komponen tetap dalam anggaran agar tetap berjalan meski pengeluaran bulanan berubah-ubah.

2. Evaluasi Sebelum Membeli

Resolusi finansial juga bisa dimulai dengan membangun kebiasaan belanja yang lebih mindful. Di era belanja online, kecepatan transaksi sering memicu keputusan impulsif. Memberi jeda satu hingga dua hari sebelum checkout, terutama untuk barang yang tidak mendesak, dapat membantu menimbang kebutuhan secara lebih rasional.

Sebelum bertransaksi, biasakan mengajukan tiga pertanyaan sederhana: apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, apakah akan bermanfaat, dan apakah tersedia anggaran. Kebiasaan ini membantu meningkatkan kesadaran dalam mengelola pengeluaran tanpa harus sepenuhnya menahan diri dari belanja.

3. Hati-hati dengan Layanan Langganan

Layanan berbasis langganan kini semakin umum, mulai dari aplikasi hingga hiburan digital. Tanpa disadari, biaya kecil yang dibayar rutin dapat menggerus pendapatan bulanan, apalagi jika layanan tersebut sudah jarang digunakan.

Untuk mencegah kebocoran anggaran, lakukan pengecekan berkala terhadap layanan yang masih aktif melalui riwayat transaksi e-wallet atau kartu kredit. Menggunakan satu alamat email khusus untuk layanan berbayar juga membantu mempermudah pelacakan dan menghentikan langganan yang sudah tidak diperlukan.

4. Memahami Perlindungan yang Dimiliki

Situasi tak terduga dapat terjadi kapan saja, sehingga penting memahami perlindungan finansial yang dimiliki, termasuk asuransi dan BPJS. Luangkan waktu untuk meninjau kembali manfaat, ketentuan klaim, hingga batas perlindungan agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan membantu mengantisipasi kebutuhan lain dalam perencanaan keuangan.

Sejumlah penyedia asuransi, termasuk IFG Life, kini menghadirkan layanan digital untuk memudahkan nasabah memahami perlindungan tanpa harus menelusuri dokumen polis secara manual. Melalui aplikasi One by IFG, nasabah dapat mengakses informasi jenis asuransi dan manfaat perlindungan sekaligus memanfaatkan proses klaim yang lebih sederhana.

Baca Juga: Sun Life Indonesia Ungkap Vulnerability Gap Resiko Finansial yang Mengintai Keluarga Mapan

5. Tetapkan Limit Hidup

Niat untuk hidup lebih hemat sering kali tidak cukup tanpa batasan yang jelas. Karena itu, memasuki 2026, mulailah tetapkan limit hidup atau batas maksimal pengeluaran bulanan untuk kebutuhan gaya hidup seperti makan di luar, hiburan, atau aktivitas sosial.

Batas ini sebaiknya ditentukan sejak awal bulan dan dibuat lebih rendah dari limit kartu yang tersedia. Dengan begitu, pengeluaran tetap terkendali tanpa harus mengorbankan ruang untuk bersenang-senang, sehingga keseimbangan antara menikmati hidup dan menjaga kesehatan keuangan tetap terjaga.

Pada akhirnya, membangun kebiasaan finansial bukan soal melakukan perubahan besar sekaligus, melainkan konsistensi dalam menjalankan langkah-langkah kecil setiap hari. Di tengah tantangan ekonomi, kebiasaan yang terukur dan realistis dapat menjadi fondasi untuk menjaga stabilitas dan rasa aman finansial ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: