Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kanada-China Kian Dekat, Sepakat Pangkas Tarif Mobil Listrik

Kanada-China Kian Dekat, Sepakat Pangkas Tarif Mobil Listrik Kredit Foto: Reuters/Fred Dufour
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kanada dan China mencapai kesepakatan dagang awal yang akan memangkas tarif kendaraan listrik atau mobil listrik (EV) dan canola, seiring kedua negara berjanji menghapus hambatan perdagangan dan membangun hubungan strategis baru dari Beijing-Ottawa.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney mengatakan bahwa pihaknya akan mengizinkan masuk hingga 49.000 unit kendaraan listrik asal mitra dagangnya itu dengan tarif 6,1% berdasarkan ketentuan most-favoured-nation.

Baca Juga: FAW Audi, Pabrikan Otomotif 'Blasteran' Jerman-China Akan Produksi Massal Mobil Listrik Murni

“Ini merupakan kembalinya tarif ke level sebelum gesekan perdagangan terjadi, namun di bawah perjanjian yang menjanjikan manfaat lebih besar bagi warga Kanada,” ujar Carney, dilansir Sabtu (17/1).

Ia menambahkan bahwa kuota tersebut akan meningkat secara bertahap hingga sekitar 70.000 unit dalam lima tahun ke depan.

Carney mengatakan bahwa untuk membangun industri kendaraan listrik domestik yang kompetitif, negaranya perlu belajar dari mitra inovatif, mengakses rantai pasok global dan meningkatkan permintaan dalam negeri.

Carney juga mengungkapkan bahwa mitra dagangnya itu berkomitmen memberikan akses bebas visa bagi warganya yang bepergian ke China.

Carney juga mengatakan negaranya berencana melipatgandakan kapasitas jaringan listrik nasional dalam 15 tahun ke depan, dengan peluang kemitraan investasi bagi China.

Adapun Kementerian Perdagangan China menyatakan akan menyesuaikan kebijakananti-dumping canola serta mencabut langkah anti-diskriminasi terhadap sejumlah produk pertanian dan perikanan Kanada sebagai respons atas penurunan tarif mobil listrik oleh Ottawa.

Baca Juga: Lawan Trump, China Diam-diam Larang Pengusaha Gunakan Software Cybersecurity AS

Kedua negara sepakat untuk menghidupkan kembali dialog tingkat tinggi di bidang ekonomi dan keuangan, meningkatkan perdagangan dan investasi serta memperkuat kerja sama di sektor pertanian, minyak dan gas serta energi hijau.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: