Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

YIS dan Rumah Zakat Hadirkan Pelatihan Tata Boga di Sukabumi

YIS dan Rumah Zakat Hadirkan Pelatihan Tata Boga di Sukabumi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar pelatihan tata boga pembuatan talam singkong dan muffin pisang bagi ibu rumah tangga di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pelatihan ini dirancang untuk membuka peluang usaha makanan yang mudah diproduksi dan memiliki potensi pasar. 

Baca Juga: Bos Triv Blak-blakan Soal Rencana Bisnis dan Strategi 2026

“Terpenting adalah terbangun jejaring antar usaha kecil agar mereka bisa saling mendukung dan mendorong penjualan berkelanjutan,” ujar Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1).

Pelatihan tersebut diikuti puluhan ibu rumah tangga sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis usaha rumahan.

Selain keterampilan memasak, peserta juga dibekali pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pembuatan konten promosi dan pemasaran produk secara digital. Menurut Sandiaga, penggunaan teknologi menjadi salah satu kunci agar usaha rumahan dapat berkembang.

YIS aktif mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya pemberdayaan perempuan. Pelatihan baking dipilih karena dinilai efektif, efisien, serta menggunakan bahan baku yang mudah ditemukan.

Program ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Peserta akan mengikuti pendampingan lanjutan selama tiga minggu, serta berkesempatan mendapatkan bantuan modal usaha bagi peserta terbaik.

Perwakilan Rumah Zakat, Asep Suhendar mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk mendorong kemajuan desa melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan pendidikan dan penguatan kesehatan masyarakat.

“Melalui program ekonomi, kami berharap dapat membuka peluang usaha dan mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Sekretaris Desa Kertaangsana, Dinding, mengapresiasi kedua lembaga yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi program. Ia berharap pelatihan ini memberi manfaat nyata bagi ibu-ibu untuk memiliki usaha mandiri dan penghasilan sendiri.

Pada sesi awal program, peserta langsung diajarkan membuat talam singkong dan muffin pisang. Kedua menu tersebut dipilih karena bahan bakunya murah, mudah didapat, dan fleksibel untuk dikreasikan.

Peserta juga ditantang melakukan open pre-order pada hari yang sama. Hasilnya, tercatat 91 pesanan talam singkong dan 108 pesanan muffin pisang dengan harga jual Rp5.000 per produk. Total pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp1.005.000.

Baca Juga: Bank Woori Saudara Perluas Installment Bisnis untuk Nasabah Perusahaan

Setelah pelatihan tatap muka, program dilanjutkan dengan pendampingan intensif untuk membantu peserta mengembangkan strategi pemasaran digital, membuat konten promosi, serta mengatasi tantangan usaha yang dihadapi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: