Kredit Foto: Istimewa
Presiden World Economic Forum (WEF) Borge Brende optimistis soal pertumbuhan ekonomi dari China. ia menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi negara itu akan melampaui lima persen di 2026.
dilansir dari Xinhua, Selasa (20/1), China menurutnya tidak hanya memperkuat sektor-sektor tradisional, tetapi juga aktif mengembangkan bidang baru melalui peningkatan investasi dalam riset, pengembangan dan inovasi.
Baca Juga: Geely Xingyuan Mobil Paling Laris di China Akan Hadir di Indonesia dengan Nama EX2
Brende menyampaikan keyakinannya terhadap prospek ekonomi China. Menurutnya, jika negara itu terus mendorong reformasi ekonomi serta menjaga investasi pada inovasi dan kewirausahaan, negara tersebut akan mempertahankan pertumbuhan dan kemakmuran jangka panjang.
China menurutnya telah beralih menuju revolusi industri kelima, yang mencerminkan perubahan paradigma besar dalam struktur ekonomi global. Teknologi dinilai menawarkan peluang besar bagi peningkatan produktivitas dan pertumbuhan, dengan kontributor utama adalah China.
China juga kini tengah menjadi pemimpin global dalam manufaktur turbin angin dan peralatan tenaga surya, serta peran pentingnya dalam produksi kendaraan listrik.
Adapun Brende menilai perekonomian dunia menunjukkan ketahanan yang mengejutkan meskipun dihadapkan pada ketegangan geopolitik dan dampak tarif perdagangan. Perdagangan global tetap menjadi mesin pertumbuhan, sementara teknologi baru seperti kecerdasan buatan menarik investasi besar dan mendorong ekspansi ekonomi.
Namun, Brende mengingatkan bahwa eskalasi konflik berskala besar menjadi risiko utama bagi perekonomian global. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi melampaui tiga persen pada tahun ini jika eskalasi perang dapat dihindari.
Brende menambahkan bahwa meskipun multilateralisme menghadapi tantangan berat, kerja sama global kini berkembang ke arah mekanisme yang lebih fleksibel dan berskala kecil.
Baca Juga: Daftar Mobil Terlaris di China, Pabrikan dari AS 'Nyodok' di Posisi Ketiga
Menurut Brende, di tengah dunia yang semakin terfragmentasi dan kompetitif, dialog tetap menjadi elemen kunci untuk mendorong kemajuan global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement