Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Vale Buka-bukaan Soal Biaya Produksi Nikel Sorowako, Segini Angkanya!

Vale Buka-bukaan Soal Biaya Produksi Nikel Sorowako, Segini Angkanya! Kredit Foto: PT Vale
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengungkapkan biaya produksi nikel matte dari Blok Sorowako, Sulawesi Selatan, berada di kisaran US$9.000 per ton dan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Efisiensi biaya tersebut disebut sebagai faktor kunci pencapaian target kinerja perseroan sepanjang 2025.

Presiden Direktur & CEO INCO Bernardus Irmanto menegaskan kombinasi biaya produksi yang kompetitif, kinerja produksi, dan penjualan bijih nikel menjadi penopang utama realisasi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.

“Biaya produksi di Sorowako itu ada di kisaran angka 9.000 (dolar AS) per ton. Ini termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia di dalam produksi nikel matte,” ucap Bernardus, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Kuota Nikel Dipangkas, Vale Ngadu ke DPR

Dari sisi volume, produksi nikel matte perseroan tercatat melampaui target RKAP 2025. Hingga November 2025, total produksi nikel matte INCO mencapai 66.848 ton, tumbuh sekitar 3% secara tahunan (year-on-year). Realisasi tersebut melampaui proyeksi awal yang ditetapkan dalam RKAP.

Sementara itu, pertumbuhan kinerja perseroan juga ditopang oleh peningkatan signifikan pada penjualan bijih nikel saprolit yang bersumber dari wilayah Pomalaa dan Bahodopi. Hingga November 2025, volume penjualan bijih nikel mencapai 1.905.740 wet metric ton (wmt), jauh di atas target RKAP yang dipatok sebesar 1,36 juta ton.

Ekspansi penjualan bijih nikel tersebut berkontribusi besar terhadap kinerja pendapatan perseroan. INCO membukukan pendapatan sebesar US$902 juta hingga November 2025, seiring meningkatnya kontribusi dari penjualan ore di luar produksi nikel matte.

Baca Juga: Di Hadapan DPR, PT Vale Ungkap Progres 3 Megaproyek Nikel Rp147,5 Triliun

Dari sisi operasional, Bernardus menyatakan perseroan mampu menjaga efisiensi biaya produksi di tengah fluktuasi harga komoditas global. Biaya produksi nikel matte di Blok Sorowako yang berada di kisaran US$9.000 per ton menempatkan INCO sebagai salah satu produsen nikel dengan struktur biaya paling kompetitif di Indonesia.

“Secara kinerja, baik dalam hal produksi, penjualan ore, dan biaya, tiga variabel ini kami bisa memenuhi bahkan melebihi apa yang dicantumkan di dalam budget,” kata Bernardus.

Meski demikian, Bernardus mengakui tekanan harga nikel global masih menjadi tantangan utama terhadap kinerja profitabilitas industri pertambangan sepanjang 2025. Harga realisasi nikel dinilai belum sesuai dengan ekspektasi awal perusahaan.

“Tantangannya adalah harga realisasi nikel sepanjang tahun 2025 ini di bawah dari apa yang kita harapkan,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: