Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saham Bank Bergerak Variatif Seiring Masuknya Keponakan Prabowo ke Bursa Calon Deputi BI

Saham Bank Bergerak Variatif Seiring Masuknya Keponakan Prabowo ke Bursa Calon Deputi BI Kredit Foto: Freepik
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham perbankan menunjukkan pergerakan variatif pada penutupan perdagangan Selasa (20/1/2026). Hal ini terjadi di tengah santernya kabar Wakil Menteri Keuangan sekaligus keponakan Presiden Prabowo, Thomas A. M. Djiwandono, masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Mengacu data Stockbit, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menutup perdagangan dengan penguatan 10 poin atau 0,26% ke level Rp3.850. Tren positif juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik 25 poin atau 0,50% menjadi Rp5.025.

Di sisi lain, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) ditutup melemah 50 poin atau 1,08% ke Rp4.570. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi cukup dalam, turun 125 poin atau 1,54% ke level Rp8.000. Pelemahan juga dialami PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang merosot 30 poin atau 1,33% ke Rp2.230.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Naik Tipis ke Level 9.134, Saham Grup Bakrie Jadi Buruan!

Adapun saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berakhir stagnan di level Rp1.220, setelah sempat bergerak di rentang Rp1.215 hingga Rp1.235 sepanjang sesi perdagangan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa pemerintah mengusulkan Thomas A. M. Djiwandono sebagai salah satu kandidat Deputi Gubernur BI.

“Jadi begini, sebelum menyebut nama salah satu, jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur yang kemudian sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku maka kemudian harus dilanjutkan dengan proses mengisi jabatan yang ditinggalkan,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Prasetyo menambahkan, Presiden melalui pemerintah telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR, mengingat proses pemilihan Deputi Gubernur BI berada di ranah parlemen melalui mekanisme uji kompetensi.

Baca Juga: Segini Harta Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Jadi Calon Deputi BI

“Yang ini kemudian dilanjutkan dengan Bapak Presiden atau pemerintah mengirimkan Surpres ke DPR karena memang proses pemilihannya ada di DPR melalui uji kompetensi atau fit and proper test itu,” kata Prasetyo.

Selain Thomas Djiwandono, pemerintah juga mengajukan dua kandidat lain dari internal Bank Indonesia. Keduanya adalah Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono serta Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: