Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga RLCO Naik Signifikan, Investor Diimbau Waspada

Harga RLCO Naik Signifikan, Investor Diimbau Waspada Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mencatatkan penguatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap emiten yang relatif baru tercatat di bursa tersebut.

Pergerakan harga saham RLCO menjadi sorotan karena didorong oleh ekspektasi pasar terhadap potensi pertumbuhan kinerja perseroan ke depan, serta sentimen positif dari sejumlah pemberitaan yang beredar.

Direktur Umum Reliance Sekuritas, Reza Priyambada, menilai penguatan saham RLCO tidak terlepas dari persepsi pasar terhadap status perseroan sebagai emiten pendatang baru. Kondisi tersebut memunculkan asumsi adanya ruang pertumbuhan yang masih terbuka, baik dari sisi operasional maupun keuangan.

“Secara umum, mungkin karena saham RLCO ini masih baru maka ada asumsi ruang untuk bertumbuhnya masih besar. Ditambah dengan rilis potensi pertumbuhan kinerja dari berbagai pemberitaan yang ada tentunya direspons positif pelaku pasar,” ujar Reza.

Baca Juga: Saham RLCO Terbang 5.000% Sejak IPO, Investor 1 Lot Modal Rp16.800 Kini Jadi Rp870 Ribu

Meski demikian, Reza menegaskan bahwa penguatan harga saham tersebut perlu dicermati secara lebih mendalam. Menurutnya, pelaku pasar perlu memperhatikan pihak-pihak yang aktif melakukan transaksi agar pergerakan harga yang terjadi dapat dinilai secara lebih objektif.

“Tapi memang untuk pergerakan harga sahamnya juga perlu dipantau pihak-pihak mana saja yang melakukan transaksi sehingga pergerakannya dapat menguat cukup signifikan sehingga akan lebih fair,” katanya.

Reza juga menyampaikan bahwa fenomena penguatan harga saham tidak hanya terjadi pada RLCO. Sejumlah saham lain, termasuk yang sebelumnya sempat masuk dalam daftar Full Call Auction (FCA), tercatat mengalami kenaikan harga dalam periode yang sama.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar secara umum turut berperan dalam mendorong pergerakan saham-saham tertentu, baik emiten baru maupun saham yang baru keluar dari mekanisme FCA.

Ia menambahkan, posisi saham di pasar tetap membutuhkan dukungan informasi yang memadai. Pemberitaan terkait prospek usaha dan potensi pertumbuhan dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi respons investor terhadap suatu saham.

“Nah, apapun posisinya tentunya juga harus didukung oleh pemberitaan yang ada. Akan lebih bagus lagi jika kondisi kinerja fundamental dari operasional maupun keuangan juga bertumbuh baik maka dapat mendukung sentimen yang ada,” ujar Reza.

Baca Juga: Suspensi Dicabut, Saham RLCO Lanjut Tancap Gas

Namun demikian, Reza mengingatkan bahwa setiap saham yang mengalami kenaikan pada titik tertentu berpotensi menghadapi koreksi. Aksi ambil untung atau profit taking dinilai sebagai hal yang wajar setelah harga saham menguat dalam periode tertentu.

“Setiap saham yang mengalami kenaikan tentunya pada titik tertentu dapat mengalami penurunan. Aksi-aksi profit takingbisa saja terjadi sehingga membuat harga saham emiten tersebut berbalik melemah,” katanya.

Oleh karena itu, ia menyarankan pelaku pasar untuk mencermati momentum serta volume transaksi dalam mengambil keputusan investasi. Penurunan volume di tengah kenaikan harga dinilai dapat menjadi sinyal melemahnya dorongan penguatan saham.

“Ini yang harus dicermati pelaku pasar, timing untuk keluar jika kenaikan harga saham sudah berkurang. Makanya perhatikan juga volume transaksinya,” tutup Reza.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: