Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cara Sederhana Menghitung Biaya Mengisi Daya Mobil Listrik

Cara Sederhana Menghitung Biaya Mengisi Daya Mobil Listrik Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bagaimana cara menghitung biaya charge untuk mobil listrik dengan mudah karena selama ini kita tidak tahu angka pasti berapa efesiensi biayanya dengan mobil berbahan bakar minyak (BBM) 

Dikutip dari Polyrcon, cara paling sederhana untuk menghitung biaya charging adalah dengan rumus ini: 

Biaya Charge = Kapasitas Baterai × Tarif Listrik per kWh 

Kapasitas baterai diukur dalam kWh (kilowatt-hour), menunjukkan seberapa besar energi yang bisa disimpan. 

Tarif listrik per kWh adalah harga yang dikenakan untuk setiap energi listrik yang kamu gunakan saat nge-charge. Charging di Rumah: Lebih Hemat dan Praktis 

Pengisian daya di rumah umumnya lebih hemat dibanding charging di luar. Tarif listrik rumah di Indonesia berada di kisaran Rp1.444 – Rp1.700 per kWh, tergantung golongan listrik PLN. 

Keuntungan Home Charging 

Tidak perlu keluar rumah 

Tarif listrik lebih stabil dan terjangkau 

Bisa dilakukan malam hari saat mobil tidak digunakan 

Estimasi Biaya dan Waktu Charging di Rumah 

Pengisian daya di rumah menjadi pilihan paling praktis karena bisa dilakukan malam hari saat mobil tidak digunakan, sehingga keesokan paginya mobil siap dipakai tanpa mengganggu aktivitas harian.

Misalkan mobil listrik yang memiliki kapasitas baterai sekitar 51,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 402 km dalam kondisi baterai penuh. Sebagai gambaran yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari, jarak Jakarta–Bandung via tol berkisar ±150 km. 

Artinya, satu kali pengisian penuh secara teori cukup untuk perjalanan pulang-pergi Jakarta–Bandung (PP), tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, dan penggunaan fitur kendaraan. 

Perhitungan Biaya Charging di Rumah 

Jika kamu melakukan pengisian daya dari 10% hingga 100%, maka energi yang diisi sekitar 90% dari total kapasitas baterai: 

90% × 51,9 kWh = 46,7 kWh 

Dengan asumsi tarif listrik Rp1.700/kWh, maka: 

46,7 kWh × Rp1.700 = Rp79.390-Rp80.000 

Chargingdi SPKLU: Lebih Cepat Saat Dibutuhkan

SPKLU kini semakin mudah ditemukan di pusat perbelanjaan, rest area tol, hingga area publik lainnya. Tarif charging di SPKLU memang sedikit lebih tinggi, namun keunggulannya ada pada kecepatan pengisian daya. 

Estimasi Biaya Charging 

Tarif terendah SPKLU (Rp1.650/kWh): 46,7 kWh × Rp1.650 = Rp77.055 

Tarif tertinggi SPKLU (Rp2.475/kWh): 46,7 kWh × Rp2.475 = Rp115.583 

Estimasi Waktu Charging di SPKLU 

Dengan dukungan DC fast charging, pengisian daya dari 10% hingga 100% umumnya membutuhkan waktu sekitar 60–75 menit, tergantung kapasitas charger dan kondisi baterai. 

Meski lebih mahal dari charging di rumah, biaya ini tetap jauh lebih hemat dibandingkan pengeluaran bahan bakar mobil konvensional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: