- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
BEI Cecar ANJT Soal Pinjaman Rp4,84 Triliun, Ini Penjelasan Manajemen
Kredit Foto: PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANTJ)
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perolehan fasilitas term loan senilai Rp4,84 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), yang akan dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan terkendali. Nilai transaksi ini tergolong sebagai transaksi material karena besarnya melampaui 70,76% dari ekuitas Perseroan.
Fasilitas pinjaman tersebut dialokasikan kepada empat entitas anak, yakni PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) sebesar Rp1,63 triliun, PT Kayung Agro Lestari (KALE) Rp1,39 triliun, PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) Rp760 miliar serta PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS) sebesar Rp1, 06 triliun.
Direktur ANJT, Hilman Lukito, dalam keterbukaan informasi yang dilansir Senin (26/1), menegaskan bahwa pemberian term loan kepada empat perusahaan terkendali tersebut merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperbaiki dan menata struktur pendanaan secara menyeluruh.
“Pinjaman tersebut digunakan untuk pembayaran kembali utang jangka pendek (refinancing) serta mendukung kebutuhan pendanaan dan pengembangan usaha masing-masing perusahaan terkendali ke depan,” kata Hilman.
Baca Juga: Austindo (ANJT) Teken Perjanjian Lisensi Merek dengan Perusahaan Afiliasi
Sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman, terdapat aset yang diagunkan berupa tanaman, tanah, bangunan, hingga fasilitas pabrik kelapa sawit yang dimiliki masing-masing perusahaan terkendali.
Meski demikian, pembayaran bunga dan kewajiban pelunasan pinjaman diperkirakan tidak akan menimbulkan dampak material terhadap kinerja keuangan entitas-entitas tersebut di masa mendatang.
Hilman juga menekankan bahwa manajemen tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko. “Perseroan tetap melakukan pengelolaan risiko secara hati-hati, termasuk memastikan kemampuan perusahaan terkendali dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Baca Juga: ANJT Setop Operasional 3 Anak Usaha, Ini Alasannya
Dari sisi rasio keuangan, Perseroan mengakui bahwa dengan adanya pinjaman ini, rasio seperti Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio mengalami peningkatan. Namun demikian, peningkatan tersebut masih berada dalam batas yang wajar.
Sementara itu, terkait hubungan dengan kreditor lain, Hilman memastikan bahwa ANJT tetap menjaga hubungan yang baik dengan seluruh pihak pemberi pinjaman yang selama ini mendukung kegiatan usaha Perseroan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Advertisement