Kredit Foto: Sufri Yuliardi
"Ini yang paling bahaya. Cuma sekali, atau sudah biasa, atau kita bilang semua juga begitu. Atau, uang yang dikumpulkan dipakai untuk umroh atau naik haji dengan anggapan Tuhan memaafkan atau memutihkan itu. Itu yang menjadi salah satu yang berbahaya. Seperti bersih, tapi merugikan kita semua," papar Purbaya.
Dirinya menilai jika perilaku tersebut ditoleransi dan tidak dihentikan, maka hanya akan menunggu waktu untuk kehancuran. Sehingga pimpinan harus mengetahui tanda-tanda ini untuk bisa mencegahnya lebih cepat.
"Begitu pembenaran dibiarkan, organisasi pelan-pelan rusak dari dalam. makanya sekali-sekali lagi, pengendalian fraud triangle harus dimulai dari pimpinannya," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement