Bermodalkan Aset Rp50 Triliun, Prospek Industri Asuransi Masih Cerah di 2026
Kredit Foto: Azka Elfriza
Industri asuransi syariah nasional mencatatkan capaian baru dengan total aset mencapai Rp50,93 triliun hingga November 2025. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan aset yang berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset industri asuransi syariah meningkat dari Rp44,44 triliun pada 2020 menjadi Rp50,93 triliun per November 2025.
Presiden Direktur PT Reasuransi Syariah Indonesia, Tati Febriyanti, menilai kinerja tersebut mencerminkan prospek industri asuransi yang tetap terjaga ke depan.
Baca Juga: Industri Asuransi Umum Tumbuh Terbatas, AAUI Siapkan Fondasi Baru Hadapi Tantangan 2026
“Dengan kondisi ini, dinyatakan prospek pertumbuhan industri asuransi tahun 2026 itu positif. Ini masih secara umum berarti termasuk asuransi syariah,” ujar Tati dalam acara Peresmian PT Sinar Mas Asuransi Syariah di Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, stabilitas lingkungan makroekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi berbasis syariah. Kondisi tersebut memberi ruang bagi industri untuk mempertahankan kinerja aset sekaligus memperluas basis peserta.
Selain itu, pertumbuhan juga terjadi pada sektor asuransi umum syariah. OJK mencatat total aset asuransi umum syariah meningkat hampir dua kali lipat sejak 2020, dari Rp6,01 triliun menjadi Rp10,21 triliun per November 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait:
Advertisement