Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Bursa Asia menutup perdagangan secara beragam di Senin (26/1). Investor tengah bersiap menanti rilis kinerja keuangan perusahaan teknologi besar dan rapat kebijakan penting dari Federal Reserve (The Fed).
Dilansir Selasa (27/1), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Bursa Jepang menjadi sorotan dalam perdagangan kali ini:
- Hang Seng (Hong Kong): Naik 0,06% ke 26.765,52
- CSI 300 (China): Naik 0,09% ke 4.706,96
- Shanghai Composite (China): Turun 0,09% ke 4.132,60
- Nikkei 225 (Jepang): Turun 1,79% ke 52.885,25
- Topix (Jepang): Turun 2,13% ke 3.552,49
- Kospi (Korea Selatan): Turun 0,81% ke 4.949,59
- Kosdaq (Korea Selatan): Naik 7,09% ke 1.064,41
Di Jepang, indeks saham utama melemah tajam setelah yen menguat signifikan terhadap dolar, dipicu spekulasi adanya intervensi pasar valuta asing oleh otoritas dari Jepang dan Amerika Serikat (AS).
Penguatan yen umumnya menekan kinerja eksportir karena mengurangi nilai pendapatan luar negeri saat dikonversi ke mata uang domestik. Kondisi ini mendorong sentimen di Tokyo.
Sementara itu, harga emas melonjak ke rekor tertinggi, mencerminkan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah kehati-hatian investor menjelang sejumlah agenda kebijakan global utama.
Di Korea Selatan, saham teknologi besar dijadwalkan merilis laporan keuangan. Hal tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan sektor teknologi regional.
Kewaspadaan investor terhadap saham terkait kecerdasan buatan (AI) masih berlanjut, dengan sebagian saham teknologi menunjukkan kinerja yang kurang solid akibat kekhawatiran valuasi yang tinggi dan meningkatnya biaya.
Pelaku pasar secara umum tetap berhati-hati, menyeimbangkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang berbasis akal imitasi dengan risiko jangka pendek yang berasal dari kebijakan moneter dan pergerakan mata uang.
Fokus pasar tertuju pada rapat dari Federal Reserve. The Fed secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga. Meski begitu, investor mencermati dengan saksama panduan kebijakan ke depan, terutama terkait arah suku bunga di tengah tekanan inflasi yang masih berlangsung.
Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell dan pejabat lainnya diperkirakan akan menjadi faktor utama yang membentuk sentimen di berbagai aset berisiko global.
Baca Juga: Gandeng OCBC Sekuritas, Makmur Hadirkan Fitur Saham 'Makmur Market On' untuk Investor Muda
Selain kebijakan moneter, perhatian investor juga tertuju pada musim laporan keuangan, termasuk hasil kuartalan dari sebagian besar perusahaan teknologi raksasa yang dikenal sebagai Magnificent Seven.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement