Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bursa Saham Eropa Menguat, Investor Nantikan Laporan Laba Bank Besar

Bursa Saham Eropa Menguat, Investor Nantikan Laporan Laba Bank Besar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan di Senin (26/1). Kenaikan ditopang kenaikan saham sektor keuangan menjelang rilis laporan keuangan sejumlah bank besar akhir pekan ini.

Dilansir dari Reuters, Selasa (27/1), Indeks Stoxx 600 bergerak fluktuatif sepanjang sesi sebelum akhirnya naik 0,2% ke 609,83.

Baca Juga: Saham Emiten Emas Kompak Ngebut Kala Emas Dunia Tembus Rekor US$5.000

Pasar menantikan laporan kinerja dari sejumlah bank besar, termasuk Deutsche Bank Jerman dan Lloyds Banking Group Inggris. Secara keseluruhan, laba sektor keuangan diperkirakan tumbuh sekitar 4%.

Sektor teknologi juga menjadi perhatian pasar, terutama terkait kemampuan monetisasi kecerdasan buatan (AI). Fokus investor tertuju pada laporan keuangan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Apple.

“Biasanya aset berisiko mengalami penguatan di awal tahun, namun hal itu dapat dievaluasi ulang ketika data ekonomi dan laporan laba perusahaan mulai dirilis. Itu menjadi kerentanan utama saat ini,” kata Ahli Strategi Eropa Raymond James, Jeremy Batstone-Carr.

Pelaku pasar masih mencerna ketidakpastian hubungan dagang dari Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS). Investor juga menimbang implikasi jangka panjang penggunaan tarif sebagai alat negosiasi dalam isu yang tidak terkait langsung dengan perdagangan.

Di sisi lain, harga emas dan perak melonjak tajam seiring meningkatnya permintaan aset safe haven, yang turut mendorong kenaikan saham-saham sektor pertambangan.

Dari sisi kebijakan, perhatian pasar tertuju pada keputusan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed). Bank sentral itu diperkirakan akan menahan suku bunga, namun kekhawatiran terkait independensi bank sentral diperkirakan menjadi isu utama.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Pluang Resmi Luncurkan Fitur ‘Short Options’ Saham Amerika

Secara global, spekulasi mengenai intervensi bank sentral dalam pasar valuta asing dari Jepang. Hal itu turut memengaruhi sentimen, mendorong yen menguat ke level tertinggi dua bulan terhadap dolar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: