Kredit Foto: Xiaomi
Xiaomi 16 Ultra diprediksi menjadi salah satu flagship paling mahal dari pabrikan China yang pernah masuk pasar Indonesia.
Perangkat ini tidak lagi diposisikan sebagai ponsel premium terjangkau, melainkan sebagai produk teknologi kelas atas yang ingin sejajar dengan iPhone dan Samsung.
Strategi Xiaomi kini bergeser dari sekadar value for money menuju penciptaan citra merek premium di segmen tertinggi.
Dari sisi performa, Xiaomi 16 Ultra dirumorkan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 sebagai prosesor utama.
Chipset ini dirancang untuk menangani komputasi berat, kecerdasan buatan, serta fotografi komputasional tingkat lanjut.
Kapasitas RAM diperkirakan tersedia hingga 16 GB LPDDR5X dengan penyimpanan internal mencapai 1 TB UFS 4.0.
Kombinasi ini menempatkan Xiaomi 16 Ultra sebagai perangkat untuk pengguna profesional dan kreator konten.
Layar yang digunakan diprediksi berukuran 6,85 inci LTPO OLED dengan resolusi 2K+ dan refresh rate adaptif 120 Hz.
Panel ini dirancang untuk memberikan kualitas visual tinggi sekaligus efisiensi daya lebih baik.
Di sektor kamera, Xiaomi tetap mengandalkan kolaborasi dengan Leica sebagai identitas utama seri Ultra.
Sensor utama disebut menggunakan ukuran 1 inci dengan dukungan lensa ultra-wide dan telefoto periskop jarak jauh.
Pendekatan ini membuat Xiaomi 16 Ultra lebih fokus pada segmen fotografi mobile kelas profesional.
Untuk daya tahan, kapasitas baterai diperkirakan berada di kisaran 5.500 mAh hingga 6.000 mAh.
Fitur pengisian cepat kabel dan nirkabel tetap menjadi standar utama di lini flagship Xiaomi.
Dari sisi desain, logo Leica akan tampil lebih menonjol sebagai simbol eksklusivitas dan diferensiasi produk.
Harga menjadi faktor yang paling menyita perhatian karena Xiaomi 16 Ultra diperkirakan lebih mahal dari banyak model iPhone flagship.
Berdasarkan proyeksi pasar, varian 12 GB RAM + 256 GB diperkirakan berada di kisaran Rp15 jutaan.
Varian 16 GB RAM + 512 GB diperkirakan dibanderol sekitar Rp16 hingga Rp17 jutaan.
Sementara varian tertinggi 16 GB RAM + 1 TB berpotensi menembus kisaran Rp18 jutaan saat masuk Indonesia.
Harga tersebut menempatkan Xiaomi 16 Ultra sebagai salah satu ponsel termahal yang pernah dijual Xiaomi di Tanah Air.
Namun bagi sebagian konsumen, harga tinggi justru memperkuat persepsi kualitas dan prestise.
Di Indonesia, fanbase Xiaomi dikenal kuat dan loyal terhadap lini flagship dengan spesifikasi ekstrem.
Bagi kelompok ini, spesifikasi tinggi sering dianggap lebih penting dibanding sekadar gengsi merek.
Secara psikologis, memiliki flagship dengan teknologi kamera terbaik memberi rasa kepuasan dan status tersendiri.
Segmen kelas menengah atas juga semakin terbuka terhadap produk premium non-Apple seiring meningkatnya daya beli.
Ketersediaan cicilan dan kredit gadget turut mendorong keputusan membeli ponsel ultra premium.
Bagi pengguna yang ingin pindah dari iPhone atau Samsung, Xiaomi 16 Ultra menawarkan alternatif dengan karakter berbeda.
Keputusan membeli tidak lagi hanya soal merek, tetapi soal pengalaman teknologi yang paling sesuai kebutuhan.
Hingga kini belum ada tanggal resmi rilis di Indonesia, namun peluncuran global diperkirakan berlangsung awal 2026.
Masuknya ke pasar Indonesia biasanya menyusul beberapa bulan setelah rilis global.
Jika prediksi ini benar, Xiaomi 16 Ultra berpotensi hadir di Indonesia pada kuartal pertama atau kedua 2026.
Baca Juga: Xiaomi dan Oppo Pangkas Produksi 20 Persen, Dampak Harga Komponen SSD Naik Tajam
Meski dibanderol mahal, kombinasi spesifikasi ekstrem, kamera Leica, dan basis penggemar kuat membuat minat pasar tetap tinggi.
Pada akhirnya, Xiaomi 16 Ultra menjadi bukti bahwa flagship China kini tidak lagi bermain di segmen murah, tetapi juga di kelas prestise.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement