Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Rombak Daftar Saham LQ45, IDX30 dan IDX80, Emiten Prajogo Pangestu Masuk!

BEI Rombak Daftar Saham LQ45, IDX30 dan IDX80, Emiten Prajogo Pangestu Masuk! Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi mayor terhadap sejumlah indeks utama, mulai dari LQ45, IDX30, hingga IDX80.

Hasil kocok ulang ini akan mulai berlaku untuk periode 2 Februari sampai dengan 30 April 2026. Menariknya, emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu berhasil masuk ke dua indeks sekaligus dalam rebalancing kali ini.

Pada indeks LQ45, BEI melakukan penyesuaian komposisi dengan memasukkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebagai anggota baru. Saham BREN menggantikan posisi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) di jajaran saham paling likuid di bursa.

Meski ada perubahan anggota, struktur bobot di indeks LQ45 masih didominasi sektor perbankan dan telekomunikasi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi saham dengan bobot terbesar mencapai 15%, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 11,50%, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 7,64%.

Baca Juga: BDO Indonesia dan BEI Tegaskan Pentingnya Laporan Keberlanjutan yang Berkualitas

Perombakan juga menyentuh indeks IDX30. Dalam evaluasi terbaru ini, BEI memasukkan dua emiten, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Masuknya BUMI dan EMTK sekaligus menggeser posisi PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dari daftar konstituen IDX30.

Sementara itu, perubahan signifikan turut terjadi pada indeks IDX80. Tiga saham baru resmi bergabung, dua di antaranya berasal dari emiten Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Satu emiten lainnya adalah emiten perdagangan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Ketiganya menggantikan posisi PT Avia Avian Tbk (AVIA), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement

Bagikan Artikel: