Ekonomi Biru Pilar Strategis Ketahanan Pangan hingga Kemakmuran Jangka Panjang
Kredit Foto: KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan ekonomi biru sebagai pilar strategis bagi ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, aksi iklim, serta kemakmuran jangka panjang.
Sehingga sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut harus ditempatkan sebagai pusat agenda global.
Baca Juga: Purbaya Harap Thomas Djiwandono Beri Warna Berbeda di BI
Menteri Trenggono menyampaikannya dalam sambutan pembuka pada diskusi panel dengan judul “Harnessing the Impact of the Blue Economy” di Indonesia Pavilion, World Economic Forum (WEF) di Davos, beberapa waktu lalu.
"Bagi Indonesia, ekonomi biru bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi juga agenda ekonomi dan investasi. Kesehatan laut berhubungan langsung dengan stabilitas ekonomi dan sosial," tegasnya, dikutip dari siaran pers BKPM, Selasa (27/1).
Sementara itu, Peter Thompson, UN Secretary-General’s Special Envoy for the Ocean, menyampaikan bahwa kondisi laut di Indonesia memiliki dampak yang signifikan bagi ekosistem laut di seluruh dunia, sehingga perlu perlindungan dan pengelolaan yang berkelanjutan.
“Sebagai negara kepulauan terbesar dunia, apa yang terjadi di laut Indonesia berdampak pada lautan di seluruh planet, oleh karenanya perlindungan laut Indonesia juga menjadi tanggung jawab global. Setiap pertemuan kelautan harus mampu menyeimbangkan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan. Ekonomi biru yang kuat hanya dapat terwujud jika kedua aspek ini berjalan beriringan,” jelas Peter.
Alfredo Giron, Head of Ocean World Economic Forum menilai bahwa menciptakan nilai tambah dari kegiatan ekonomi primer laut serta layanan ekosistem akan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir dan pertumbuhan nasional.
“Visi Indonesia dalam mengembangkan ekonomi biru dari nilai tambah kegiatan ekonomi primer hingga layanan ekosistem menunjukkan betapa laut bisa menjadi sumber pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Alfredo.
Vincent Pieribone, Co-CEO & Chief Science Officer OceanX menyoroti potensi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tidak hanya dari sisi konservasi laut tetapi juga sebagai destinasi ekonomi, investasi, dan pariwisata berbasis laut.
“Pemerintahan yang kuat dan pengelolaan ekonomi yang baik membuat Indonesia menjadi salah satu tempat paling menarik di dunia untuk ekonomi biru. Melalui OceanX, kami bangga memperlihatkan keindahan dan kekayaan laut Indonesia kepada dunia,” ungkap Vincent.
Tony Wenas, Wakil Ketua Umum Bidang Investasi KADIN Indonesia menekankan pentingnya visi bersama dalam pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan. Keberhasilan ekonomi biru bergantung pada aksi kolaboratif lintas sektor.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement