Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun. Capaian tersebut tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba tahun 2024 yang sebesar Rp54,8 triliun.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa peningkatan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional serta efisiensi biaya yang semakin membaik. Secara total, pendapatan operasional BCA tercatat naik 5,4 persen yoy, seiring dengan membaiknya rasio cost to income (CIR).
Dari sisi penyaluran kredit, BCA bersama entitas anak mencatat pertumbuhan total kredit sebesar 7,7 persen yoy menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Sepanjang tahun 2025, rata-rata pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8 persen.
Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp1,33 Triliun, Saham BBCA Jadi Sasaran Utama
“Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga,” kata Hendra dalam paparan Kinerja, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9% yoy mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung KPR hingga Rp142,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun.
“BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025,” tambahnya.
Sementara itu, Outstanding pinjaman konsumer lain mayoritas berasal dari kartu kredit tumbuh 9,8% yoy menjadi Rp25,2 triliun.
Kualitas kredit BCA terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8% dibandingkan 5,3% pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 1,7% dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8% dan 71,6%.
Lebih lanjut, BCA menyalurkan kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7% yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8% terhadap total portofolio pembiayaan.
“Hal ini didukung meningkatnya pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan hingga 2x lipat yoy menjadi Rp6,2 triliun,” urainya.
Baca Juga: BCA Proyeksikan BI Tahan Suku Bunga 4,75% di Tengah Tekanan Rupiah
Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53% yoy mencapai Rp3,6 triliun.
BCA telah menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha Kartini, menawarkan bunga spesial mulai 3,21% eff. p.a., mendukung komunitas perempuan pengusaha. Hingga Desember 2025, BCA tercatat memiliki lebih dari 43 ribu debitur perempuan.
Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 13,1% yoy menjadi Rp1.045 triliun. Total dana pihak ketiga (DPK) BCA meningkat 10,2% yoy mencapai Rp1.249 triliun per Desember 2025.
Aktivitas transaksi nasabah juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang 2025, total frekuensi transaksi BCA naik 17% yoy menjadi 42 miliar transaksi. Bahkan, pada puncaknya, BCA pernah memproses hampir 300 juta transaksi dalam satu hari. Frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19% yoy.
Pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tercatat tumbuh 4,1% yoy, sementara pendapatan nonbunga meningkat 16% yoy.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement