Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mendorong peningkatan kualitas pembangunan pascabencana di Sumatera.
Dirinya menegaskan penanganan pascabencana harus menjadi momentum untuk membangun wilayah yang lebih tangguh dan aman bagi masyarakat, bukan berhenti pada pemulihan kondisi awal.
Baca Juga: Kemendikdasmen Terima Apresiasi dari Sekolah di Aceh Tamiang Atas Bantuan Pendidikan
Ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Kantor Bupati Agam, Sumatera Barat pada Sabtu (24/1/2026).
“Rehabilitasi dan rekonstruksi bukan sekadar membangun kembali apa yang rusak, tetapi memastikan masyarakat ke depan lebih aman, lebih siap, dan kualitas hidupnya meningkat. Prinsipnya adalah membangun lebih baik dan lebih tangguh,” ujar Pratikno, dikutip dari siaran pers Kemenko PMK, Selasa (27/1).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan percepatan rehab-rekon sangat bergantung pada kejelasan rencana induk, rencana aksi yang terukur, serta penggunaan data tunggal yang terintegrasi.
“Kita tidak bisa bekerja dengan data yang berbeda-beda. Data tunggal yang dikoordinasikan BPS menjadi dasar kebijakan, pelaksanaan, hingga monitoring dan pelaporan kepada Presiden,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas percepatan pemulihan sektor-sektor prioritas, meliputi pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan keluarga. Pada sektor pendidikan, pemerintah mendorong percepatan operasional sekolah dan madrasah terdampak, revitalisasi bangunan sesuai standar tahan bencana, serta penguatan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Di sektor kesehatan, fokus diarahkan pada pemulihan layanan fasilitas kesehatan, pencegahan penyakit berbasis lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan air bersih serta sanitasi.
Sementara itu, pada sektor keagamaan, pemerintah memastikan kesiapan rumah ibadah dan dukungan perlengkapan ibadah, terutama menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Adapun di sektor keluarga, perlindungan kelompok rentan, layanan psikososial, serta pemulihan ekonomi perempuan menjadi perhatian utama.
Menutup arahannya, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa percepatan rehab-rekon harus dilakukan dengan tata kelola yang kuat dan transparan.
“Semua langkah harus terkoordinasi, terukur, dan tepat sasaran. Dengan kerja bersama, kita optimistis pemulihan pascabencana di Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Menko PMK juga mengapresiasi Kota Bukittinggi yang walau terdampak tapi tidak mengeluarkan status darurat. Hal ini membuktikan ketangguhan kota, mampu menangani bencana secara mandiri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement