Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BI Kepri Resmi Buka CERNIVAL 2026, Transaksi Digital Tembus Rp6,74 Triliun

BI Kepri Resmi Buka CERNIVAL 2026, Transaksi Digital Tembus Rp6,74 Triliun Kredit Foto: Romus Panca
Warta Ekonomi, Batam -

Bank Indonesia (BI) memanfaatkan ajang Creative and Innovative Riau Islands Carnival (CERNIVAL) 2026 untuk memperkuat adopsi pembayaran digital di Kepulauan Riau (Kepri) di tengah tren pertumbuhan transaksi QRIS yang terus meningkat.

Data BI menunjukkan nilai transaksi QRIS di Kepri telah mencapai Rp6,74 triliun hingga Mei 2026, atau tumbuh 101,38% secara tahunan (year on year/yoy). Dari sisi volume, transaksi QRIS mencapai 57,60 juta transaksi dalam lima bulan pertama tahun ini, melanjutkan lonjakan sepanjang 2025 yang mencapai 99,44 juta transaksi atau naik 193,05% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan CERNIVAL 2026 yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Harbour Bay Downtown, Batam.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, mengatakan Kepri memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi digital nasional karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

“Melalui QRIS Cross-Border Experience, CERNIVAL 2026 memperkenalkan kemudahan transaksi digital kepada masyarakat sekaligus wisatawan mancanegara. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan kenyamanan wisatawan, mendukung sektor pariwisata, serta memperkuat daya tarik Kepulauan Riau sebagai destinasi yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital,” ujar Ardhienus, Sabtu (25/7/2026).

BI juga mencatat transaksi QRIS Cross Border di Kepulauan Riau meningkat signifikan. Sepanjang 2025, jumlah transaksi lintas negara melonjak 511,54% dibandingkan tahun sebelumnya dengan total 221.812 transaksi dari wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Thailand. Angka tersebut setara 3,77% dari total transaksi QRIS lintas negara secara nasional.

Sebagai wilayah yang menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara, Kepri dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas penggunaan sistem pembayaran digital lintas negara. Kehadiran QRIS Cross Border diharapkan dapat mempermudah transaksi wisatawan tanpa perlu menukarkan uang tunai maupun menggunakan metode pembayaran konvensional.

Selain mendorong transaksi digital, CERNIVAL 2026 juga menjadi wadah pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Seluruh transaksi pada bazar kuliner dan produk lokal selama kegiatan berlangsung dilakukan menggunakan QRIS.

Bank Indonesia turut menghadirkan konsep Pasar Malam Digital, di mana masyarakat dapat menikmati berbagai permainan dan aktivitas hanya dengan melakukan transaksi menggunakan QRIS senilai Rp1. Konsep tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi sekaligus memperluas penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Alih-alih Naikkan Suku Bunga, BI Pilih Obral Insentif Investor demi Jaga Rupiah

Baca Juga: Jaga Likuiditas Pasar, BI Borong SBN Rp188,68 Triliun hingga Juli 2026

Tidak hanya itu, BI bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, layanan Samsat Keliling, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak kendaraan bermotor secara nontunai.

Pengunjung juga memperoleh edukasi mengenai sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, literasi keuangan, serta pemahaman mengenai Rupiah melalui Ruang Edukasi Bank Indonesia.

“CERNIVAL 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi seperti e-sport, Pramuka, band, fashion showdance, hingga fitness competition,” kata Ardhienus.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Romus Panca
Editor: Annisa Nurfitri